Metode ilmiah atau scientific method adalah serangkaian cara atau metode yang mengacu pada urutan yang pasti, terstruktur dan terukur serta metode yang dilakukan oleh para peneliti/ilmuwan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisik yang diperoleh melalui sebuah eksperimen.
Adapun langkah-langkah metode ilmiah yaitu :
1. Merumuskan Masalah
Merumuskan masalah yaitu mencari masalah yang ingin diketahui kebenaran berdasarkan bukti ilmiah. Masalah penelitian umumnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan yang berkaitan dengan objek penelitian seperti apa, bagaimana, mengapa, kapan, dan lain sebagainya. Semakin spesifik rumusan masalah, maka semakin mempermudah kamu untuk melakukan penelitian ke depannya.
Contoh : Apakah pemberian air bekas cucian beras berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jahe?
2. Merumuskan Hipotesis
Langkah
selanjutnya yang dilakukan adalah merumuskan hipotesis. Menurut definisi, hipotesis sendiri merupakan dugaan
jawaban sementara atas rumusan masalah yang telah dipaparkan
sebelumnya. Dugaan menjadi jawaban sementara yang nantinya akan dibuktikan kebenarannya melalui
hasil analisa data yang diperoleh. Pada dasarnya, terdapat dua jenis hipotesis,
antara lain:
·
Hipotesis Nol (Ho),
yakni dugaan sementara yang menyatakan tidak ada pengaruh. Seperti contoh,
“Tidak ada pengaruh antara X terhadap Y.”
·
Hipotesis Alternatif (Ha), yakni
dugaan sementara yang menyatakan ada pengaruh. Seperti contoh, “Ada pengaruh
antara X terhadap Y.”
Contoh
:
Ho : Tidak
ada pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan dan perkembangan
pada tanaman jahe
Ha: Ada pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jahe
3. Merancang Penelitian
Berikutnya
adalah merancang penelitian yang harus jelas dan spesifik mulai dari mempersiapkan
alat dan bahan, menentukan data yang akan diperoleh, menentukan teknik
pengumpulan data.
Perlu
diketahui pula bahwa dalam melakukan penelitian, ada tiga jenis variabel yang
biasa digunakan, yakni:
·
Variabel bebas, yakni
variabel yang menyebabkan perubahan pada variabel terikat.
·
Variabel terikat, yakni
variabel yang menerima perubahan dari variabel bebas.
·
Variabel kontrol, yakni
variabel yang sengaja dibuat tetap agar tidak memberikan pengaruh terhadap
variabel lainnya.
Sebagai
contoh : Pengaruh
Pemberian Air bekas cucian beras terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman
Jahe
Variabel
bebas : Air bekas cucian beras
Variabel
terikat : pertumbuhan dan perkembangan tanaman jahe
Variabel kontrol : sinar matahari, tanah, air, waktu
4. Melakukan Eksperimen
Dalam
rangka untuk menguji hipotesis yang telah dibuat sebelumnya, maka perlu dilakukan
eksperimen atau percobaan. Pelaksanaan eksperimen dapat dilakukan melalui
observasi, survei, ataupun dalam laboratorium.
Dari
tahapan eksperimen inilah kemudian akan menghasilkan data yang nantinya dapat
diolah dan dianalisis. Hasil pengolahan data tersebut akan menunjukkan apakah
hipotesis yang telah dirumuskan sesuai dengan hasil eksperimen atau tidak.
Data-data ini akan bersifat objektif tanpa adanya pengaruh dari subjektivitas
ilmuwan peneliti.
5. Mengolah dan Menganalisis Data
Data
yang diperoleh dapat berupa data kuantitatif atau kualitatif. Para peneliti umumnya
mencatat data-data yang diperoleh ke dalam bentuk tabel, grafik, ataupun
diagram untuk memudahkan analisis.
Saat mengolah dan menganalisis data, para peneliti biasanya menggunakan dasar teori yang menjadi rujukan agar hasil penelitian semakin mendalam.
6. Menarik Kesimpulan
Setelah
menganalisis data, maka peneliti pun akan mengetahui apakah hipotesis yang
dipaparkan sebelumnya diterima atau tidak.
Dikatakan
hipotesis diterima apabila hasil data sesuai dengan pernyataan hipotesis,
sedangkan tidak diterima jika hipotesis tidak sesuai dengan hasil data.
Secara
singkat, berikut hasil eksperimen yang mungkin terjadi:
·
Menerima hipotesis nol (Ho), menolak hipotesis alternatif
(Ha) yang berarti “tidak ada pengaruh”
· Menerima hipotesis alternatif (Ha), menolak hipotesis nol (Ho) yang berarti “ada pengaruh”
7. Melaporkan Hasil Penelitian
Langkah terakhir dalam metode ilmiah adalah mengomunikasikan dan mempublikasikan hasil penelitian yang telah ditulis secara lengkap kepada orang lain.
Penulisan Laporan Akhir Hasil Praktikum :
1. Cover : Judul, Logo, Penyusun, Nama Sekolah, Alamat Sekolah, Tahun pembuatan laporan
2. Kata Pengantar
3. Daftar Isi
4. Pendahuluan : Latar belakang penelitian, tujuan, manfaat, Rumusan masalah, Hipotesa, Alat dan Bahan, Cara Kerja
5. Isi : Dasar Teori (selayang pandang : pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jahe tuliskan sumber asal pengambilan dasar teori)Hasil Penelitian (grafik, tabel) Pembahasan (perbandingan antara hasil penelitian dengan dasar teori yang dimiliki disertai dengan bukti yang ada) tambahkan data pendukung berupa foto dokumentasi atau gambar
6. Penutup : Kesimpulan (dikaikan dengan hipotesis), Saran dan Rekomendasi (berkenaan dengan saran yang diajukan bagi para peneliti berikutnya, guru dan pihak sekolah terhadap kegiatan/kondisi selama percobaan dilaksanakan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar