Senin, 14 Agustus 2023

Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau scientific method adalah serangkaian cara atau metode yang mengacu pada urutan yang pasti, terstruktur dan terukur serta metode yang dilakukan oleh para peneliti/ilmuwan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisik yang diperoleh melalui sebuah eksperimen. 

Adapun langkah-langkah metode ilmiah yaitu :

1. Merumuskan Masalah

Merumuskan masalah yaitu mencari masalah yang ingin diketahui kebenaran berdasarkan bukti ilmiah. Masalah penelitian umumnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan yang berkaitan dengan objek penelitian seperti apa, bagaimana, mengapa, kapan, dan lain sebagainya. Semakin spesifik rumusan masalah, maka semakin mempermudah kamu untuk melakukan penelitian ke depannya. 

Contoh : Apakah pemberian air bekas cucian beras berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jahe?

2. Merumuskan Hipotesis

Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah merumuskan hipotesis. Menurut  definisi, hipotesis sendiri merupakan dugaan jawaban sementara atas rumusan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya. Dugaan menjadi jawaban sementara yang  nantinya akan dibuktikan kebenarannya melalui hasil analisa data yang diperoleh. Pada dasarnya, terdapat dua jenis hipotesis, antara lain:

· Hipotesis Nol (Ho), yakni dugaan sementara yang menyatakan tidak ada pengaruh. Seperti contoh, “Tidak ada pengaruh antara X terhadap Y.”

· Hipotesis Alternatif (Ha), yakni dugaan sementara yang menyatakan ada pengaruh. Seperti contoh, “Ada pengaruh antara X terhadap Y.”

Contoh :

Ho : Tidak ada pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jahe

Ha: Ada pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jahe 

3. Merancang Penelitian

Berikutnya adalah merancang penelitian yang harus jelas dan spesifik mulai dari mempersiapkan alat dan bahan, menentukan data yang akan diperoleh, menentukan teknik pengumpulan data.

Perlu diketahui pula bahwa dalam melakukan penelitian, ada tiga jenis variabel yang biasa digunakan, yakni:

· Variabel bebas, yakni variabel yang menyebabkan perubahan pada variabel terikat.

· Variabel terikat, yakni variabel yang menerima perubahan dari variabel bebas.

· Variabel kontrol, yakni variabel yang sengaja dibuat tetap agar tidak memberikan pengaruh terhadap variabel lainnya.

Sebagai contoh :  Pengaruh Pemberian Air bekas cucian beras terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman Jahe

Variabel bebas : Air bekas cucian beras

Variabel terikat : pertumbuhan dan perkembangan tanaman jahe

Variabel kontrol : sinar matahari, tanah, air, waktu

4. Melakukan Eksperimen

Dalam rangka untuk menguji hipotesis yang telah dibuat sebelumnya, maka perlu dilakukan eksperimen atau percobaan. Pelaksanaan eksperimen dapat dilakukan melalui observasi, survei, ataupun dalam laboratorium. 

Dari tahapan eksperimen inilah kemudian akan menghasilkan data yang nantinya dapat diolah dan dianalisis. Hasil pengolahan data tersebut akan menunjukkan apakah hipotesis yang telah dirumuskan sesuai dengan hasil eksperimen atau tidak. Data-data ini akan bersifat objektif tanpa adanya pengaruh dari subjektivitas ilmuwan peneliti.

 

5. Mengolah dan Menganalisis Data

Data yang diperoleh dapat berupa data kuantitatif atau kualitatif. Para peneliti umumnya mencatat data-data yang diperoleh ke dalam bentuk tabel, grafik, ataupun diagram untuk memudahkan analisis.

Saat mengolah dan menganalisis data, para peneliti biasanya menggunakan dasar teori yang menjadi rujukan agar hasil penelitian semakin mendalam. 

6. Menarik Kesimpulan

Setelah menganalisis data, maka peneliti pun akan mengetahui apakah hipotesis yang dipaparkan sebelumnya diterima atau tidak. 

Dikatakan hipotesis diterima apabila hasil data sesuai dengan pernyataan hipotesis, sedangkan tidak diterima jika hipotesis tidak sesuai dengan hasil data.

Secara singkat, berikut hasil eksperimen yang mungkin terjadi:

· Menerima hipotesis nol (Ho), menolak hipotesis alternatif (Ha) yang berarti “tidak ada pengaruh”

· Menerima hipotesis alternatif (Ha), menolak hipotesis nol (Ho) yang berarti “ada pengaruh” 

7. Melaporkan Hasil Penelitian

Langkah terakhir dalam metode ilmiah adalah mengomunikasikan dan mempublikasikan hasil penelitian yang telah ditulis secara lengkap kepada orang lain.

Penulisan Laporan Akhir Hasil Praktikum :

1. Cover : Judul, Logo, Penyusun, Nama Sekolah, Alamat Sekolah, Tahun pembuatan laporan

2. Kata Pengantar

3. Daftar Isi

4. Pendahuluan : Latar belakang penelitian, tujuan, manfaat, Rumusan masalah, Hipotesa, Alat dan Bahan, Cara Kerja

5. Isi : Dasar Teori (selayang pandang : pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jahe tuliskan sumber asal pengambilan dasar teori)Hasil Penelitian (grafik, tabel) Pembahasan (perbandingan antara hasil penelitian dengan dasar teori yang dimiliki disertai dengan bukti yang ada) tambahkan data pendukung berupa foto dokumentasi atau gambar

6. Penutup : Kesimpulan (dikaikan dengan hipotesis), Saran dan Rekomendasi (berkenaan dengan saran yang diajukan bagi para peneliti berikutnya, guru dan pihak sekolah terhadap kegiatan/kondisi selama percobaan dilaksanakan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar