Selasa, 20 Januari 2026

PERILAKU EKONOMI

A. KEBUTUHAN DAN KELANGKAAN

A.1. Definisi Kebutuhan dan Keinginan

Menurut KBBI kebutuhan merujuk kepada segala sesuatu yang sifatnya mendasar dan wajib dipenuhi untuk mempertahankan hidup dalam untuk mencapai kesejahteraan dan mempertahankan kelangsungan hidup. Adapun keinginan lebih bersifat subjektid dan seringkali dipengaruhi oleh perasaan atau nafsu, bukan karena faktor kelangsungan hidup.

Kebutuhan menurut para Ahli :

  • Abraham Maslow: Terkenal dengan Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan). Ia berpendapat bahwa kebutuhan manusia bertingkat, mulai dari kebutuhan fisiologis (dasar), keamanan, sosial, penghargaan, hingga aktualisasi diri.

  • Philip Kotler (Pakar Pemasaran): Membedakan antara kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands). Kebutuhan adalah dasar biologis manusia, namun Keinginan adalah kebutuhan yang dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu (misal: butuh makan, tapi inginnya Sushi).Tabel 1. Perandingan Pengertian Kebutuhan dan Keinginan

A.2. Definisi Kelangkaan

Kelangkaan adalah inti dari masalah ekonomi. Kelangkaan terjadi karena sumber daya yang tersedia terbatas, sedangkan kebutuhan manusia tidak terbatas.

Kelangkaan menurut para Ahli :

  • Lionel Robbins: Mendefinisikan ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia sebagai hubungan antara tujuan dan sarana langka yang memiliki kegunaan alternatif. Kelangkaan memaksa kita melakukan Pilihan (Choice).

  • Paul Samuelson: Menyatakan bahwa kelangkaan menuntut masyarakat untuk memutuskan: Apa yang akan diproduksi, Bagaimana cara memproduksinya, dan Untuk siapa barang tersebut diproduksi.

A.3. Faktor Penyebab Kelangkaan

  1. Keterbatasan Sumber Daya Alam: Krisis energi global.
  2. Pertumbuhan Penduduk: Meningkatnya permintaan lahan.
  3. Kerusakan Ekosistem: Berkurangnya air bersih akibat polusi.
  4. Letak Geografis: Sulitnya akses distribusi di daerah terpencil.

A.4. Contoh kelangkaan sebagai strategi

Dalam pemasaran, kelangkaan sering digunakan sebagai Strategi Psikologis (Scarcity Marketing):

  • Fear of Missing Out (FOMO): Strategi pemasaran yang menciptakan kesan bahwa stok barang sangat terbatas atau diskon hanya berlaku dalam hitungan jam (misal: Flash Sale Shopee).

  • Kelangkaan Perhatian (Attention Scarcity): Di era digital, informasi melimpah, tapi perhatian konsumen sangat langka. Brand berupaya keras memenangkan "perhatian" audiens dalam 3 detik pertama di media sosial.

  • Kelangkaan Data Pribadi: Dengan adanya regulasi privasi (GDPR/UU PDP), data konsumen yang berkualitas menjadi langka, memaksa pemasar menggunakan cara yang lebih etis dan kreatif dalam membidik pasar.

Industri pariwisata sangat bergantung pada sumber daya yang langka dan tidak dapat diperbarui:

  • Kelangkaan Destinasi Unik: Destinasi wisata yang masih "asri" dan belum terjamah massal menjadi komoditas langka yang mahal.

  • Overtourism (Kelangkaan Kapasitas): Ketika jumlah turis melebihi kapasitas daya tampung lingkungan (seperti kasus pembatasan kuota naik ke Candi Borobudur atau Komodo). Di sini, "ketenangan" menjadi barang langka.

  • Kelangkaan SDM Kompeten: Industri pariwisata saat ini kekurangan tenaga kerja yang memiliki keahlian hospitality sekaligus melek teknologi digital (misal: manajemen hotel berbasis AI).

Adapun contoh kelangkaan pada berbagai kompetensi disertai dampak dan solusi
        Tabel 2. Tabel kelangkaan, dampak, dan solusi kontekstual


B. TINDAKAN, MOTIF, DAN PRINSIP EKONOMI

B.1. Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi adalah segala upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya agar mencapai kemakmuran. Tindakan ini harus bersifat rasional (berdasarkan akal sehat) agar hasil yang didapat maksimal.

Menurut para Ahli :

  • Max Weber: Menekankan pada Tindakan Rasional Instrumental, yaitu tindakan yang ditentukan oleh harapan-harapan terhadap perilaku objek dalam lingkungan dan perilaku manusia lain dengan menggunakan harapan-harapan tersebut sebagai "syarat" atau "sarana" untuk mencapai tujuan.

  • Richard Thaler (Pakar Ekonomi Perilaku): Berpendapat bahwa manusia tidak selalu rasional secara sempurna. Dalam pemasaran, tindakan ekonomi sering dipengaruhi oleh "nudge" atau dorongan halus yang mempengaruhi psikologi pengambilan keputusan.

B.2. Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah alasan atau dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan ekonomi.

Menurut para Ahli :

  • Kotler & Keller (Pemasaran): Motif konsumen membeli produk bukan hanya karena fungsinya, tapi karena Motif Emosional (status sosial, rasa bangga). Contoh: Seseorang membeli kopi Starbucks bukan hanya karena haus (kebutuhan), tapi motif harga diri/status (prestige).

  • John Tribe (Pakar Pariwisata): Menyebutkan adanya Motif Altruistik dalam pariwisata. Saat ini tren Voluntourism (wisata sambil menjadi sukarelawan) meningkat, di mana motif ekonominya bukan sekadar mencari kesenangan, tapi kontribusi sosial.

Jenis Motif Ekonomi :
  1. Motif Mencari Keuntungan: Mendapatkan laba sebesar-besarnya.
  2. Motif Memperoleh Kekuasaan: Menguasai pasar di suatu wilayah.
  3. Motif Sosial: Membantu sesama (misal: pariwisata berbasis komunitas).
  4. Motif Penghargaan: Agar dianggap sebagai trensetter atau brand bergengsi.
B.3. Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi adalah panduan dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai perbandingan rasional antara pengorbanan yang dikeluarkan dan hasil yang diperoleh. 

Inti Prinsip Ekonomi: 1) Mendapatkan hasil semaksimal mungkin dengan pengorbanan tertentu. 2) Mendapatkan hasil tertentu dengan pengorbanan sekecil mungkin.

Berikut adalah penjelasan prinsip ekonomi menurut pandangan para ahli yang disesuaikan dengan konteks keilmuan ekonomi modern :

1. Gregory Mankiw

N. Gregory Mankiw dalam bukunya "Principles of Economics" merumuskan 10 Prinsip Ekonomi, namun intinya terbagi dalam tiga bagian besar. Mengenai prinsip dasar pengambilan keputusan, ia menekankan:

  • Trade-off: Setiap orang menghadapi pertukaran. Untuk mendapatkan sesuatu, kita harus mengorbankan sesuatu yang lain.

  • Opportunity Cost (Biaya Peluang): Biaya dari sesuatu adalah apa yang kita korbankan untuk mendapatkannya.

  • Berpikir pada Margin: Orang rasional berpikir pada batas-batas (perubahan kecil dalam suatu rencana kerja).

2. Adam Smith

Dikenal sebagai Bapak Ekonomi, Adam Smith memandang prinsip ekonomi melalui kacamata "The Invisible Hand" (Tangan Tak Terlihat).

  • Menurutnya, prinsip ekonomi adalah tindakan individu yang mengejar kepentingan pribadinya namun secara tidak langsung memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

  • Efisiensi dicapai melalui spesialisasi atau pembagian kerja (division of labor).

3. Alfred Marshall

Marshall menekankan bahwa prinsip ekonomi berkaitan dengan kesejahteraan (welfare).

  • Ia melihat ekonomi sebagai studi tentang umat manusia dalam urusan bisnis biasa.

  • Prinsip ekonomi menurutnya adalah usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan material guna mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan, dengan mempertimbangkan elastisitas harga dan kepuasan marjinal.

4. Lionel Robbins

Robbins memberikan definisi yang sangat teknis mengenai prinsip ekonomi.

  • Menurutnya, prinsip ekonomi adalah hubungan antara tujuan yang tidak terbatas dengan sarana (alat pemuas) yang terbatas namun memiliki kegunaan alternatif.

  • Fokus utamanya adalah pada pilihan (choice) yang harus dilakukan manusia karena adanya kelangkaan.


     Tabel 3. Tabel contoh implementasi prinsip ekonomi

B.4. Contoh Kasus 

Kasus 1: Pemasaran Digital (Afiliator TikTok)

Siswa SMK jurusan Pemasaran mencoba menjadi affiliate marketer.

  1. Tindakan: Membuat konten video review produk setiap hari.
  2. Motif: Mencari tambahan uang saku (keuntungan) dan belajar skill digital marketing.
  3. Prinsip: Ia menggunakan HP yang sudah ada dan mencari pencahayaan alami (matahari) untuk membuat video agar tidak perlu modal besar (pengorbanan minimal) untuk mendapatkan komisi besar.

Kasus 2: Pariwisata (Tren Glamping/Staycation)

Sebuah pengelola penginapan di daerah wisata melihat tren Staycation sedang naik.

  1. Tindakan: Mengubah lahan kosong menjadi area Glamping (Glamorous Camping) yang estetik.
  2. Motif: Memperoleh keuntungan dari tren yang sedang viral di Instagram.
  3. Prinsip: Pengelola menggunakan bahan bangunan lokal (bambu dan kayu setempat) agar biaya konstruksi murah namun memberikan harga sewa tinggi karena menjual "pemandangan" dan "estetika".
C. KEGIATAN DAN PELAKU EKONOMI

C.1. Kegiatan Ekonomi

Secara umum, kegiatan ekonomi dibagi menjadi tiga: Produksi, Distribusi, dan Konsumsi.

  1. Produksi (Production):

    • Pandangan Adam Smith: Produksi adalah upaya menciptakan nilai guna melalui pembagian kerja (division of labor) untuk meningkatkan efisiensi.

    • Pandangan Jean-Baptiste Say: Produksi bukan menciptakan materi, tetapi menciptakan utility (kegunaan).

    • Tabel 4. Jenis-jenis Produsen

    • Tabel 5. Kategori Barang Produksi


  2. Distribusi (Distribution):

    • Pandangan David Ricardo: Menitikberatkan pada bagaimana hasil produksi dibagikan di antara faktor-faktor produksi (upah, sewa, dan laba).

    • Konteks Modern: Distribusi adalah aktivitas memindahkan produk dari produsen ke konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.

    • Tabel 6. Jenis - Jenis Distributor

  3. Konsumsi (Consumption):

    • Pandangan John Maynard Keynes: Konsumsi adalah motor utama penggerak ekonomi. Tingkat konsumsi ditentukan oleh tingkat pendapatan (Disposable Income).

    • Tabel 7. Jenis-jenis Konsumen

C.2. Pelaku Ekonomi

Model yang paling umum digunakan adalah Circular Flow Diagram yang melibatkan empat pelaku utama:

  1. Rumah Tangga Konsumen (RTK): Penyedia faktor produksi (tenaga kerja, modal) dan pengguna barang/jasa.
  2. Rumah Tangga Produsen (RTP): Organisasi yang mengombinasikan faktor produksi untuk menghasilkan output.
  3. Pemerintah (Regulator): Menurut Richard Musgrave, pemerintah memiliki peran alokasi (penyediaan barang publik), distribusi (keadilan sosial), dan stabilisasi (ekonomi mikro/makro).
  4. Masyarakat Luar Negeri: Pelaku dalam perdagangan internasional (ekspor-impor).
    Tabel 4. Kegiatan dan Pelaku Ekonomi

D.KESETIMBANGAN

Harga kesetimbangan adalah titik harga di mana jumlah barang atau jasa yang diminta oleh konsumen (Demand) sama persis dengan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen (Supply).

Hukum Permintaan dan Penawaran

  • Hukum Permintaan: Semakin tinggi harga, semakin sedikit jumlah barang yang diminta (Hubungan Berlawanan).

  • Hukum Penawaran: Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen karena ingin untung lebih besar (Hubungan Searah).

Menurut Para Ahli :
  • Alfred Marshall: Ekonom yang mempopulerkan grafik "Gunting" (Permintaan dan Penawaran). Ia berpendapat bahwa harga ditentukan oleh kedua belah pihak; penawaran sebagai satu mata pisau dan permintaan sebagai mata pisau lainnya. Keduanya harus bertemu untuk menciptakan "potongan" (harga).

Gambar 1 > Kurva Kesetimbangan Permintaan Penawaran

PROJECT

1. Project Marketing

Nama Project: "The Scarcity Campaign: Solusi Pemasaran Produk Lokal Berbasis Digital"

Deskripsi Project:

Siswa diminta untuk mendampingi satu UMKM lokal yang produknya kurang dikenal namun memiliki kualitas baik. Siswa harus merancang strategi pemasaran yang memanfaatkan prinsip ekonomi untuk meningkatkan penjualan.

Langkah-langkah (Output):

  1. Analisis Kebutuhan & Kelangkaan: Siswa melakukan survei pasar untuk menemukan apa yang "langka" atau sedang dibutuhkan konsumen saat ini (misal: camilan sehat rendah gula).

  2. Penerapan Prinsip Ekonomi: Membuat strategi iklan media sosial (TikTok/Instagram) dengan biaya seminimal mungkin (menggunakan pencahayaan alami, alat seadanya) namun mencapai jangkauan (reach) maksimal.

  3. Strategi Harga Kesetimbangan: Menentukan harga jual produk yang kompetitif setelah menghitung biaya produksi dan membandingkannya dengan harga kompetitor di marketplace.

  4. Eksekusi Motif Ekonomi: Menggunakan teknik Scarcity Marketing (seperti promo "Hanya untuk 10 pembeli pertama" atau "Stok Terbatas") untuk memicu tindakan ekonomi konsumen.

2. Project Usaha Layanan Pariwisata

Nama Project: "Agro-Edu Tour Design: Menciptakan Kesetimbangan Wisata Berkelanjutan"

Deskripsi Project:

Siswa diminta merancang sebuah paket wisata edukasi atau desa wisata yang mengedepankan efisiensi sumber daya dan pengalaman unik yang tidak tersedia di tempat lain (kelangkaan).

Langkah-langkah (Output):

  1. Identifikasi Potensi (Kelangkaan): Menemukan satu keunikan lokal yang jarang ditemui (misal: teknik membatik kuno atau kuliner langka) untuk dijadikan atraksi utama.

  2. Kegiatan & Pelaku Ekonomi: Memetakan peran warga lokal (RTK) sebagai pemandu, pengusaha katering lokal (RTP) sebagai penyedia makan, dan bagaimana koordinasi dengan Dinas Pariwisata (RTG).

  3. Penentuan Harga (Equilibrium): Membuat simulasi harga paket wisata untuk High Season dan Low Season. Siswa harus menentukan titik harga di mana kamar/paket tetap laku tanpa mengeksploitasi sumber daya secara berlebihan.

  4. Tindakan Ekonomi Hijau: Menyusun aturan wisata yang meminimalisir kerusakan lingkungan, sebagai bentuk tindakan ekonomi jangka panjang agar sumber daya wisata tidak punah (langka).



Senin, 12 Januari 2026

GIZI & KESEHATAN

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu menerjemahkan data dan bukti dari berbagai sumber seperti tabel hasil, grafik, atau sumber data lain untuk membangun sebuah argumen dan dapat mempertahankan argumen tersebut dengan penjelasan ilmiah, mengomunikasikan proses dan hasil, dan melakukan refleksi diri terhadap tahapan kegiatan yang dilakukan. 

Tujuan Pembelajaran :

1. Memahami konsep zat gizi pada tubuh
2. Membuat Project implementasi pemahamann zat gizi bagi tubuh sebagai upaya pencegahan stunting
3. Membuat laporan mini riset

Jumlah Pertemuan : 3JP (3 x 45 menit) 

Pengertian

Zat gizi menurut sains didefinisikan sebagai bahan/ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsinya diantaranya menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh makhuk hidup. Menurut Supariasa et al. (2016) zat gizi merupakan unsur-unsur yang terdapat dalam makanan dan digunakan oleh tubuh untuk pertumbuhan, mempertahankan kesehatan, serta menyediakan tenaga untuk beraktivitas. Menurut Sediaoetama (2010) gizi (nutrisi) yaitu suatu proses organisme untuk menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan, dan fungsi normal dari organ-organ. Sehingga secara umum, para ahli sepakat bahwa zat gizi adalah substansi organik dan anorganik dalam makanan yang menjadi penentu utama status kesehatan dan kualitas pertumbuhan manusia, khususnya pada masa remaja.

Pentingnya Gizi pada Masa Remaja (Pubertas)

Masa remaja merupakan periode "pacu tumbuh" (growth spurt) kedua setelah masa bayi, di mana terjadi perubahan fisik, hormonal, dan kognitif yang sangat pesat. Menurut Arisman (2010), kebutuhan gizi pada masa remaja mencapai puncaknya karena peningkatan tinggi badan dan berat badan yang signifikan disertai kematangan organ reproduksi. Aasupan zat gizi yang kurang pada periode ini tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat memicu masalah jangka panjang. Soetjiningsih (2014) menekankan bahwa remaja membutuhkan asupan kalsium dan zat besi yang jauh lebih tinggi; kalsium diperlukan untuk kepadatan tulang maksimal guna mencegah osteoporosis di masa depan, sementara zat besi sangat vital untuk mendukung pembentukan sel darah merah, terutama bagi remaja putri yang mulai mengalami menstruasi. Kemenkes RI (2018) menyatakan bahwa gizi seimbang pada remaja merupakan investasi kesehatan jangka panjang untuk mencegah penyakit tidak menular (PTM) dan memastikan generasi mendatang lahir dalam kondisi sehat. Oleh karena itu, pemenuhan gizi yang tepat pada masa pubertas bukan sekadar tentang kenyang, melainkan tentang optimalisasi potensi genetik dan perlindungan kesehatan seumur hidup.

Zat Gizi Makro (Energi dan Pembangun Tubuh)

Zat gizi makro atau macronutrients adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar untuk menghasilkan energi dan menjaga fungsi fisiologis dasar. Kelompok ini terdiri dari tiga unsur utama, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. 

  1. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi otak dan otot dalam beraktivitas, di mana setiap 1 gram karbohidrat menghasilkan energi sebesar 4 kkal. Contoh sumber karbohidrat antara lain nasi, jagung, gandum, ubi kayu, dan kentang. Terdapat 2 jenis karbohidrat yaitu karbohidrat simpleks (mudah diserap oleh tubuh) karena struktur molekul yang pendek contohnya tepung, gula murni, soda, minuman manis, dll. Sedangkan kabohidrat kompleks sulit untuk diserap oleh tubuh karena struktur molekul yang panjang contohnya sereal, sayuran, buah-buahan berserat, dll.
  2. Protein berfungsi sebagai zat pembangun yang memperbaiki jaringan sel yang rusak dan mendukung pertumbuhan massa otot; serupa dengan karbohidrat, 1 gram protein menyumbangkan energi sebesar 4 kkal. Sumber protein dapat diperoleh dari hewani (ikan, daging, telur) maupun nabati (tempe, tahu, kacang-kacangan). 
  3. Lemak berperan sebagai cadangan energi terbesar dan pelindung organ tubuh, dengan kepadatan energi mencapai 9 kkal per 1 gram lemak. Contoh sumber lemak diantaranya lemak nabati dan lemak hewani. Lemak Nabati berbagi menjadi lemak tak jenuh yang relatif baik untuk kesehatan meliputi alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan, sementara lemak jenuh banyak ditemukan pada santan dan gorengan. Adapun lemak hewani contohnya terdapat pada susu, daging, kulit, dll.

Pemahaman akan besaran kalori ini sangat penting bagi remaja untuk menjaga keseimbangan antara asupan makanan dengan energi yang dikeluarkan agar Indeks Massa Tubuh (IMT) tetap berada dalam rentang normal.

Pengertian Indeks Massa Tubuh (IMT)

Indeks Massa Tubuh (IMT), atau  Body Mass Index (BMI) merupakan alat ukur sederhana yang menggunakan rasio perbandingan antara berat badan dan tinggi badan untuk memperkirakan jumlah lemak tubuh pada seseorang. IMT digunakan secara luas oleh tenaga kesehatan untuk mengklasifikasikan status gizi seseorang ke dalam kategori kurus, normal, berat badan berlebih, hingga obesitas. Menurut Kemenkes RI (2014), IMT merupakan indikator yang murah dan mudah dilakukan untuk memantau status gizi orang dewasa maupun remaja, meskipun IMT tidak mengukur lemak tubuh secara langsung, namun hasilnya berkorelasi kuat dengan pengukuran lemak tubuh secara langsung.

Fungsi IMT bagi Remaja

Pada masa remaja, IMT memiliki peran krusial karena:

  1. Deteksi Dini Masalah Gizi: Mengidentifikasi apakah remaja tersebut berisiko mengalami gizi kurang (stunting/wasting) atau gizi lebih (obesitas).

  2. Pemantauan Pertumbuhan: Memastikan bahwa pertambahan berat badan remaja berjalan selaras dengan pertambahan tinggi badannya di masa pubertas.

  3. Pencegahan Penyakit: Remaja dengan IMT di atas normal memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2 dan hipertensi di masa depan

Rumus IMT/BMI

Penting :

Untuk remaja (usia 5–19 tahun), angka hasil perhitungan IMT tidak bisa langsung disimpulkan seperti orang dewasa. Hasil tersebut harus diplotkan ke dalam Grafik IMT/Umur (Z-Score) untuk mendapatkan kesimpulan status gizi yang akurat, karena tubuh remaja masih mengalami pertumbuhan tulang dan otot yang dinamis (WHO, 2007).

Tabel 1. Rumus konvernsi perhitungan IMT terhadap Z Score

Tabel 2. Arti Kategori Status Gizi berdasarkan Z-Score

Tabel 3. Alternatif Tindakan yang diperlukan

Indeks Massa Tubuh (IMT) dan perhitungan kalori harian adalah dua instrumen yang saling berkaitan dalam menentukan strategi pencapaian status gizi yang optimal bagi remaja. IMT berfungsi sebagai alat evaluasi untuk mengetahui kondisi tubuh apakah sudah berada dalam rentang normal, kurang, atau berlebih, sedangkan perhitungan kalori berfungsi sebagai panduan asupan energi yang harus dikonsumsi untuk mencapai atau mempertahankan angka.

Perhitungan Kalori bagi Remaja 
Berdasarkan AKG (Angka Kecukupan Gizi) Kemenkes RI, rata-rata kebutuhan energi harian remaja akhir yaitu 
  • Laki-laki (16–18 th): 2.650 kkal/hari
  • Perempuan (16–18 th): 2.100 kkal/hari

BMR adalah energi yang dibutuhkan tubuh hanya untuk bertahan hidup (saat tidak beraktivitas).

  • Laki-laki: 66 + (13,7 X BB) + (5 X TB) - (6,8 X Usia)

  • Perempuan: 655 + (9,6 X  BB) + (1,8 X TB) - (4,7 X Usia

Kebutuhan kalori total saat beraktifitas yaitu BMR X Faktor Aktivitas

Tabel 4. Konversi nilai faktor sesuai kegiatan

Contoh :

Diandra seorang remaja perempuan usia 17 tahun, berat badan 50 kg, tinggi badan 160 cm. Dina cukup aktif berolahraga ringan. Berapakah total kebutuhan kalori untuk Diandra?

BMR :  = 655 + (9,6 X 50) + (1,8 X 160) - (4,7 X 17) = 1.343,1,kkal

Kalori Total = 1.343,1 X 1,375 = 1.846,7 kkal/hari

Menghitung kalori Praktis

Cara membaca Label Informasi Nilai Gizi. Misal, sebuah biskuit mengandung:

  • 10g Karbohidrat

  • 2g Protein

  • 5g Lemak

Cara Hitungnya:

  • Karbohidrat:10g X 4 = 40,kkal

  • Protein: 2g X 4 = 8,kkal

  • Lemak: 5g X 9 = 45 kkal

  • Total Kalori: 40 + 8 + 45 = 93 kkal


PROJECT (lakukan berkelompok dengan berpasangan)

  1. Identifikasi diri Anda dan 2 orang siswa diluar kelas Anda meliputi nama, kelas, usia, berat badan, tinggi badan, aktivitas dan cemilan yang paling sering dikonsumsi. Buat dalam bentuk tabel!
  2. Hitung IMT, BMR dan kebutuhan Kalori Total dari nomor 1
  3. Sajikan hasil perhitungan dalam sebuah tabel, dengan kolom terakhir diberikan rekomendasi berupa tindakan sebagaimana tabel 3
  4. Hitung jumlah kalori yang terdapat pada kemasan cemilan yang sering dikonsumsi oleh responden (apabila kemasan cemilan tidak ditemukan dapat search google atau hitung kalori dari salah satu cemilan snack kemasan yang ada di lingkungan sekolah)
  5. Buatkan prediksi dalam bentuk narasi jika cemilan tersebut sering dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan jangka panjang.
  6. Sampaikan hasil perhitungan yang telah dilakukan terhadap 2 rekan Anda yang tadi dan sampaikan rekomendasinya (dokumentasikan dalam bentuk foto)
  7. minta penilaian dari 2 orang responden Anda diserta tanda tangan, rentang penilaian 85 - 95