Sabtu, 11 Mei 2024

PROJECT BASED LEARNING KERUANGAN SERTA KONEKTIVITAS RUANG DAN WAKTU

 A. Project Lingkungan Sosial Muri

A.1. Membuat Grafik Batang Pemetaan Kondisi Kelas

Tujuan : Meningkatkan kemampuan literasi numeras pada siswa melalui pembuatan grafik Batang Pemetaan Kondisi Kelas

Cara Kerja :

  1. Membuat tabel informasi yang memuat nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga termasuk ayah dan ibu, alamat tinggal, kelurahan, kecamatan, dan hobi.
  2. Menuliskan nama-nama terlebih dahulu pada buku yang sudah dibuat tabel informasi.
  3. Masing-masing siswa menuliskan informasi yang termuat dalam tabel informasi di kertas yang diberikan oleh guru kemudian ditempel di satu fokus tempat yang sama untuk masing-masing kelompok menggunakan double tip
  4. Melalui metode windowshoping, para siswa menempelkan identitas masing-masing individu secara berkelompok di satu tempat kemudian menuliskan informasi kedalam tabel informasi yang telah dibuat berdasarkan urutan absen siswa
  5. Setelah data terkumpul dilanjutkan dengan membuat tabel informasi jumlah yang memuat  jenis kelamin, jumlah anggota keluarga termasuk ayah dan ibu, alamat tinggal, kelurahan, kecamatan, dan hobi dari keseluruhan siswa dikelas
  6. Membuat grafik batang sesuai dengan tabel yang telah dibuat pada perintah nomor 5
  7. Melakukuan presentasi kelompok dalam diskusi kelas

A.2. Membuat Tabel Informasi Penduduk di Lingkungan RT
Tujuan : Meningkatkan kemampuan kesadaran siswa sebagai individu dalam masyarakat dengan mengenal lingkungan RT

Cara kerja :
  1. Membuat daftar wawancara kepada ketua RT atau pemangku daerah setempat mengenai jumlah kepala keluarga, anak-anak balita, anak remaja, lansia, dan ibu hamil
  2. Melakukan wawancara dengan ketua RT atau wakilnya
  3. Mendokumentasikan kegiatan wawancara
  4. Menuliskan data hasil wawancara dalam bentuk tabel
  5. Meminta penilaian kepada ketua RT atau yang mewakili terhadap keberanian dalam berkomunikasi mengenai tugas tersebut pada rentang penilaian 85 - 100 yang kemudian ditanda tangani oleh Ketua RT atau yang mewakili
  6. Dokumentasikan hasil wawancara dalam bentuk foto kemudian uploadkan tugas ke google drive pengumpulan tugas beserta dokumentasi foto/video saat wawancara
A.3. Implementasi P5 tema Kearifan Lokal
Tujuan : 
  1. Meningkatkan kepedulian siswa terhadap kearifan lokal yang ada di daerah setempat khususnya Jawa Barat
  2. Meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa dengan mengusung kearifan lokal yang ada di daerahnya
Cara Kerja :
  1. Para siswa dikelompokan melalui permainan yang disepakati bersama dengan masing-masing kelompok sebanyak 5-6 orang
  2. Masing-masing kelompok menentukan 1 (satu) kearifan lokal yang ada di Jawa Barat dengan jenis kearifan lokal yang tidak boleh sama
  3. Membuat alur presentasi kelompok dengan metode drama/nuansa mengenai kearifan lokal yang diangkat
  4. Masing-masing kelompok melakukan presentasi di kelas dengan durasi masing-masing kelompok maksimal 15-20 menit
  5. Masing-masing kelompok memberikan penilaian terhadap kelompok lainnya


KERUANGAN SERTA KONEKSITIVITAS RUANG DAN WAKTU

 A. Aspek Ruang dan Waktu

  1. Ruang merupakan wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah tempat manusia dan makhluk hidup lain serta melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya.
  2. Waktu menurut KBBI , 1996 adalah seluruh rangkaian yang berproses dengan keadaan dalam kehidupan. Waktu meliputi waktu lampau, waktu sekarang, dan waktu mendatang dan perjalanan waktu tidak dapat diputar tetapi waktu lampau memiliki kondisi-kondisi yang dapat dijadikan sebagai sumber ataupun referensi kondisi untuk waktu sekarang dan waktu mendatang.
B. Interaksi Ruang dan Waktu

Ruang daratan, lautan dan udara memiliki sumber daya yang berbeda sehingga dapat membentuk kehidupan masyarakat sosial dan kebudayaan yang berbeda bagi manusia yang menempatinya. Sebagai contoh penduduk yang tinggal di pedesaan lebih cenderung memiliki profesi sebagai petani yang masyarakatnya dapat memenuhi kebutuhan pangan secara baik tetapi sangat terbatas terhadap pengetahuan teknologi yang lebih banyak dimiliki oleh masyarakat perkotaan dan sebaliknya. Selain itu keberagaman ruang daratan, lautan dan udara memengaruhi segala aktivitas makhluk hidup yang memunculkan karakteristik manusia dengan fisik yang berbeda serta budaya yang berbeda dengan tetap sebagai kodratnya manusia merupakan makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Karakterisitik ruang kewilayahan meliputi kandungan unsur hara lapisan tanah, kandungan mineral, keanekaragaman hayati meliputi flora dan fauna, serta lapisan atmosfer, sehingga memuculkan adanya kekhasan masing-masing daerah sebagai contoh Komodo ada di pulau Komodo, Bunga Bangkai di Bengkulu tetapi keduanya mampu diadaptasikan di kebun binatang ataupun di kebun raya tetapi dengan kondisi pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Daerah pertambangan Batu bara banyak di kalimantan, pasir-pasir bangunan banyak diperoleh di Pulau Jawa sehingga berdampak kepada mayoritas profesi yang ada di masing-masing daerah tetapi salinng membutuhkan satu sama lain.

Syarat Interaksi Keruangan :
  1. Saling melengkapi (Complementary) : Kondisi saling melengkapi antar wilayah menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah
  2. Kesempatan antara (Inverweaping oppurtunity) : Hal-hal yang berkaitan pilihan tempat dengan penawaran komidity yang sama.
  3. Kemudahan perpindahan barang atau orang (transferability) : Transportasi dan jaringan komunikasi
C. Pengaruh Interaksi Keruangan dan Waktu
  1. Perkembangan pusat perdagangan dan produksi lokal
  2. Perkembangan sarana dan prasarana
  3. Perubahan orientasi penggunaan lahan
  4. Perubahan orientasi kehidupan sosial
  5. Perubahan orientasi pekerjaan
Dengan adanya interaksi tersebut di atas memunculkan dinamika perpindahan penduduk atau yang dikenal dengan Migrasi yang meliputi perpindahan penduduk dalam 1 (satu) negara ataupun antar negara sesuai dengan kondisi tertentu diantaranya :
  1. Transmigrasi (perpindahan penduduk antar pulau dalam satu negara)
  2. Urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota)
  3. Rulalisasi (perpindahan sementara atau dikenal dengan reurbanisasi  sebagai contoh mudik lebaran ada yang menetap ada yang kembali lagi ke tempat urban)
  4. Komuter (perpindahan dilakukan orang pada masa tertentu secara bolak balik sebagai contoh karena tuntutan pekerjaan tinggal di Bandung bekerja di Jakarta)
  5. Evakuasi (dilakukan dalam rangka penyelamatan penduduk dari suatu bencana)
  6. Imigrasi (perpindahan penduduk dari luar negeri ke dalam negeri bermaksud untuk menetap)
  7. Emigrasi (perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar negeri bermaksud untuk menetap)   
Tentunya perpindahan penduduk memiliki dampak terhadap lingkungan ataupun masyarakatnya baik positif maupun negatif. Menurut kalian apa saja dampak dari perpindahan penduduk? (silahkan tulis di kolom komentar masing-masing 1 dampak positif dan 1 dampak negatif)

Dalam cakupan yang lebih luas adanya keragaman ruang dan waktu dapat meliputi bentuk negara, bentuk pemerintahan, serta bentuk-bentuk kerjasama antar negara.
Bentuk kerjasama antar negara terdiri dari :
  1. Kerjasama Bilateral : meliputi 2 negara sebagai contoh Indonesia dengan Malaysia
  2. Kerjasama Regional : meliputi beberapa negara dalam satu kawasan yang sama, sebagai contoh ASEAN, APEC, LBA, dll
  3. Kerjasama Multilateral : meliputi beberapa negara yang tidak terikan dalam satu kawasan yang sama sebagai contoh OPEC, PBB, dll