Senin, 18 September 2023

PENERAPAN P3 SEBAGAI STRATEGI PENERAPAN MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PROJECT IPAS

Platform merdeka mengajar sebagai aplikasi persembahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi bagi para Guru se-Indonesia untuk saling berbagi sebagai salah upaya pemerintah dalam memfasilitasi peningkatan kompetensi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. 

Alasan memilih strategi penerapan merdeka belajar sebagai aksi nyata pada pelatihan mandiri untuk merdeka belajar tentunya tidak terlepas dari pengalaman saya selama mengajar yang menerapkan kurikulum merdeka dari awal penerapan di tahun 2021 sekolah kami ditunjuk sebagai salah satu sekolah pertama yang menerapkan kurikulum merdeka dan senantiasa mengalami perkembangan hingga saat ini.

Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang tertuang dalam struktur kurikulum merdeka menjadi bidikan awal bagi saya dalam mengembangkan sebuah metode pembelajaran di kelas agar tujuan dari merdeka belajar dapat tercapai yaitu mengembalikan fungsi pengajaran dengan menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran yang memiliki kodrat alam dengan bakat dan potensi yang dimiliki serta dapat dikembangkan dengan menerapkan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan lahir dan batin.

Pendidik dalam penerapan kurikulum merdeka harus memiliki kemampuan dalam memfasilitasi kemampuan dan kemauan belajar dari  peserta didik serta memotivasi impian dan harapan capaian hidup mereka agar memiliki tujuan hidup yang bermakna khususnya dalam menjalankan kodratnya sebagai manusia yang memiliki keragaman akal pikiran serta tidak melepaskan fungsinya sebagai makhluk sosial dengan karakter berakhlakul karimah baik terhadap dirinya, keluarga serta lingkungan masyarakat. Sebagai langkah awal dalam membelajarkan peserta didik adalah guru sebagai pendidik mampu mengenal kelemahan dan kekuatan dalam dirinya sehingga mampu memberikan pesan yang tepat terhadap peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka.

Memerhatikan perkembangan zaman merupakan hal yang perlu diperhatikan sebagai langkah berikutnya dalam menentukan strategi dalam pengelolaan kelas yang efektif, karena perubahan zaman begitu cepat sehingga guru sebagai pendidik harus dapat menyesuaikan agar kebutuhan peserta didik dapat terpenuhi bukan hanya kebutuhan lahirnya tetapi juga batin.

Berdasarkan hal tersebut diatas maka penerapan Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat dikatakan sebagai salah satu strategi yang efektif dalam  penerapan merdeka belajar khususnya pada mata pelajaran Project IPAS.

Rencana penerapan strategi dalam penerapan merdeka belajar melalui implementasi penerapan P3 dapat digambarkan melalui infografis  sebagai berikut :


Gb. 1 Infografis Penerapan P3 di Pembelajaran Project IPAS

Infografis di atas menggambarkan penerapan P3 yang diimplementasikan dalam pembelajaran Project IPAS melalui model pembelajaran dinamika kelompok. Penerapan pembelajaran ini  yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dan memperoleh respon positif dari peserta didik untuk lebih memahami pembelajaran Project IPAS secara bersama-sama sesuai dengan kodratnya bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan oranglain. Hal tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap perilaku peserta didik dalam meningkatkan empati dan mengasah kemampuan kognitif peserta didik sesuai dengan tingkatan dalam taksonomi bloom secara bersama-sama. 

Refleksi dari penerapan startegi ini terlebih dahulu dilaksanakan melalui kegiatan survey terhadap peserta didik pada tahun sebelumnya melalui kuisioner penerapan merdeka belajar menggunakan model pembelajaran dinamika kelompok yang diambil berdasarkan sistem sampling dengan hasil sebagai berikut :

Gb. 2 Hasil Survey Metode Pembelajaran Dinamika Kelompok

Survey dilakukan secara sampling sebanyak 27 orang peserta didik dari 3 (tiga) kelas yaitu kelas 11 ULW 1, 11 ULW 2 dan 11 ULW 3 sebagai salah satu upaya evaluasi dan perbaikan terhadap pembelajaran pada tahun sebelumnya untuk penerapan pembelajaran tahun ini, pertanyaan survey lebih mengarah kepada kemampuan sosial dan kemampuan kognitif peserta didik yang diharapkan dapat mengasah kemampuan peserta didik dalam mengimpelementasikan penerapan P3 dalam pembelajaran secara bertahap dan diharapkan menjadi sebuah pembiasaan positif.

Hal baru yang saya peroleh dari penerapan strategi ini adalah motivasi membelajarkan peserta didik yang mejadi lebih terpacu dalam berinovasi untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan

Kendala yang dihadapi dalam penerapan strategi ini lebih kepada pengelolaan waktu dikarenakan dalam prosesnya memerlukan kontinuitas pada jam pelajaran pada durasi pembelajaran yang panjang, sementara pembagian jam mengajar ada selang waktu yang pendek sehingga diperlukan metode pendampingan lain dalam pembelajaran baik yang lebih efektif baik di luar jam pelajaran dengan kesepakatan peserta didik ataupun daring melalui interaksi blog ataupun chat grup.

Aksi nyata ini disampaikan melalui media blog dengan harapan dapat memberikan manfaaat yang seluas-luasnya bagi para pembaca dan memperoleh umpan balik yang lebih banyak dari para praktisi di dunia pendidikan.

Berdasarkan deskripsi di atas mohon agar Bapak/Ibu guru dapat menuliskan di kolom komentar untuk menjawab pertanyaan di bawah ini menurut Bapak/Ibu sebagai umpan balik dari penerapan startegi yang dilakukan

1. Bagaimana strategi yang disampaikan sesuai dengan tujuan merdeka belajar?

2. Bagaimana strategi bisa diterapkan?

3. Bagaimana kesesuaian strategi dengan target audiens? 


Rabu, 13 September 2023

KETIDAKSEIMBANGAN EKOSISTEM

Ekosistem merupakan satu kesatuan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Sebuah ekosistem dikatakan seimbang jika komunitas mencapai klimaks dalam hal ini interksi antar makhluk hidup seimbang dimana produsen akan lebih banyak dari pada konsumen tingkat 1, konsumen tingkat 1 akan lebih banyak daripada konsumen tingkat 2 dan seterusnya sampai konsumen berada pada tingkat predator sehingga akan terbentuk piramida ekologi yang sebenarnya dimana posisi puncak piramida ditempati oleh predator. 

Adapun ciri dari komunitas klimaks yang dapat terlihat dalam sebuah ekosistem adalah 

1. Lingkungan yang stabil (Homeostatis)/tidak terjadi gangguan

2. Memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi

3. Spesies mampu beradaptasi dengan baik

4. Terjadinya keseimbangan ekosistem (equilibrium)

Gangguan yang terjadi pada sebuah ekosistem baik yang terjadi secara alami maupun buatan dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan ekosistem. Contoh gangguan ekosistem secara alami diantaranya Gunung meletus, gempa bumi, longsor, tsunami, puting beliung, kekeringan yang menyebabkan kebakaran hutan, badai, banjir bandang, dan lainnya. Adapun contoh gangguang ekosistem buatan lebih banyak disebabkan karena aktivitas manusia yang merusak alam sehingga terjadi gangguan pada ekosistem diantaranya penebangan hutan secara liar, pembukaan lahan hutan yang digunakan untuk perkebunan/pemukiman penduduk, pencemaran baik terhadap air, tanah, maupun udara, teknologi, dan lainnya.

Gangguan ekosistem tersebut menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan ekosistem, kendati secara alaminya bahwa sebuah ekosistem akan memperbaiki kondisi lingkungannya melalui proses suksesi.

Suksesi adalah proses perubahan komponen spesies pada suatu komunitas pada rentang waktu tertentu.

Proses suksesi dapat dikatakan sebagai proses recovery dari sebuah ekosistem yang rusak baik disebabkan secara alami maupun buatan. Proses perbaikan kualitas sebuah ekosistem tidak memakan waktu yang sedikit bahkan bisa mencapai bertahun-tahun. 

Suskesi memiliki 2 (dua) jenis yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder. 

1. Suksesi primer terjadi pada sebuah ekosistem yang benar-benar rusak sehingga proses suksesi memiliki waktu yang sangat panjang dan memunculkan jenis spesies baru yang berbeda dengan kondisi ekosistem sebelumnya, contohnya akibat gunung meletus yang menyebabkan kerusakan ekosistem secara total, dalam kondisi tersebut maka muncul organisme perintis yang disebut dengan tumbuhan pioner. Jenis tumbuhan pioner adalah lumut kerak atau liken yang mampu memulai kehidupan baru dengan. Tumbuhan perintis/pioner mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan sehingga terbentuk tanah sederhana yang mampu mengundang datangnya pengurai sehingga dapat menghasilkan tanah yang lebih kompleks dan menumbuhkan benih tanaman yang terbawa angin untuk dapat hidup pada daerah tersebut.

2. Suksesi sekunder terjadi pada sebuah ekosistem yang rusak sebagian sehingga dalam proses suksesinya tidak memerlukan tumbuhan pioner/perintis untuk membentuk komunitas baru dikarenakan masih adanya calon bibit tumbuhan dari komunitas asal sehingga proses pembentukan komunitas baru relatif tidak seperti kondisi suksesi primer. Contoh dari kondisi yang memerlukan suksesi sekunder diantaranya kebakaran hutan atau longsor.

Hasil akhir dari sebuah proses suksesi diharapkan mampu terbentuk komunitas klimaks

Dalam kasus tertentu sangat sulit alam untuk mengembalikan kondisi ekosistem agar dapat menjadi pulih untuk mencapai komunitas klimaks diantaranya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh manusia yang secara berkala diproduksi oleh aktivitas manusia sehingga sulit untuk memperbaiki kondisi lingkungan dan salah satunya berimbas terhadap kondisi iklim di muka bumi.

Point of discussion!

1. Kota Bandung saat ini sudah banyak ruang terbuka hijau/area tumbuhnya tumbuhan sebagai produsen dalam ekosistem yang semakin berkurang dikarenakan pertumbuhan kawasan pemukiman penduduk ataupun kawasan industri semakin pesat, bagaimana kalian memandang hal tersebut dan apa solusi yang dapat kalian berikan untuk kondisi tersebut!

2. Sebutkan sebanyak mungkin bencana yang terjadi di dunia pada kurun waktu 2023 dan tuliskan dampaknya bagi kehidupan manusia secara luas!


Rabu, 06 September 2023

ALIRAN ENERGI PADA RANTAI MAKANAN

Energi merupakan kemampuan untuk melakukan usaha dan menyebabkan terjadinya perubahan. Makhluk hidup memerlukan energi untuk dapat mempertahankan mempertahankan hidup dengan cara memperolehnya dari bentuk energi lain.

Tumbuhan berperan sebagai produsen yang mampu menghasilkan sumber energi dalam hal ini amilum/karbohidrat melalui proses fotosintesis sedangkan makhluk hidup lainnya memperoleh energi melalui makanan yang diperoleh dalam peristiwa makan dimakan atau rantai makanan.

Amilum sebagai sumber atau bahan dasar proses metabolisme tubuh berupa energi kimia yang diubah menjadi tenaga yang menghasilkan bentuk energi lain yaitu energi panas.

Makhluk hidup lainnya pun memiliki kebutuhan utama dalam mempertahankan hidupnya berupa amilum/karbohidrat yang diperoleh dari tumbuhan untuk diubah menjadi energi. Proses perpindahan energi dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya dinamakan aliran energi.

Pada dasarnya aliran energi merupakan bentuk perpindahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya sesuai dengan hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi energi dapat diubah ke dalam bentuk energi lain.

Berikut disajikan gambaran mengenai aliran energi yang terjadi pada rantai makanan melalui gambar di bawah ini :


Point of discussion!

Apabila terjadi kebakaran hutan, insting hewan ataupun makhluk hidup lain yang ada disekitarnya akan mampu menyelamatkan diri dengan pergerakan yang bebas untuk menghindari kebakaran, sedangkan tumbuhan akan tetap pada tempatnya dan kebakaran mematikan tumbuhan secara masal.

Bagaimanakah yang akan terjadi pada hewan atau makhluk hidup lainnya ketika hutan sudah tidak lagi hijau dan tersisa abu?  apakah ekosistem hutan tersebut dapat kembali hijau seperti sedia kala dan dapat terjadi peristiwa rantai makanan kembali? Jelaskan jawabanmu di kolom komentar!