Senin, 21 Agustus 2023

LATIHAN PROJECT IPAS 1

Bagian A

In a meadow, the sun shines brightly in the morning, the air is breezy. You can see ten birds flying with melodious voices, ten zebras, five rhinos, six deer eating fresh grass. On one of the rhinos, you can see a bird perched on its back while pecking its beak as if it were eating fleas on the rhino's body. One lioness and two cheetahs were also seen waiting for the right time to hunt their prey. One monkey was seen on one of the branches of a fairly large acacia tree.

Based on the illustration above, answer the following questions!

1. Write any living things including individuals and populations!

2. Describe the competition that occurs in the ecosystem!

3. Is there a symbiotic interaction that occurs in the ecosystem? Please explain that!

4. Are there predation interactions that occur in the ecosystem? Please explain that!

5. Write the abiotic components that exist in the ecosystem, and how do you think the interactions between the biotic and abiotic components that occur in the ecosystem!

Bagian B

Dalam sebuah percobaan pertumbuhan tanaman kacang merah dilakukan pengamatan dan pengukuran terhadap Panjang dengan perlakuan yang berbeda.

Adapun perlakukan untuk pertumbuhan kacang merah yang disimpan pada suhu 50C diperoleh  tinggi batang hari ke 1 : 0,1 cm, hari ke 2 : 0,1 cm, hari ke 3: 0,1 cm, hari ke 4: 0,2 cm, hari ke 5: 0,3 cm, hari ke 6 : 0,3 cm, hari ke 7 : 0,3 cm, hari ke 8 : 0,4 cm.

Sedangkan perlakuan  yang disimpan pada suhu 150C diperoleh tinggi batang hari ke 1 : 0,1 cm, hari ke 2 : 0,3 cm, hari ke 3: 0,5 cm, hari ke 4: 0,7 cm, hari ke 5: 1,2 cm, hari ke 6 : 1,5 cm, hari ke 7 : 3,1 cm dan hari ke 8 : 4,4, cm.

Berdasarkan deskripsi hasil percobaan di atas :

a.       Buatlah tabel hasil percobaan yang membandingkan pertumbuhan tinggi pada perlakukan suhu yang berbeda!

b.      Buatlah grafik dari hasil pekerjaan bagian a!

c.       Menurut pendapat kalian perlakuan mana yang bagus untuk pertumbuhan tinggi pada kacang merah?

d.      Menurut pendapat kalian apakah jika suhu dinaikan di atas 15oC apakah pertumbuhan kacang merah dapat semakin baik atau sebaliknya?

e.   Buatlah kesimpulan dari grafik yang telah kalian buat! 




Senin, 14 Agustus 2023

Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau scientific method adalah serangkaian cara atau metode yang mengacu pada urutan yang pasti, terstruktur dan terukur serta metode yang dilakukan oleh para peneliti/ilmuwan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisik yang diperoleh melalui sebuah eksperimen. 

Adapun langkah-langkah metode ilmiah yaitu :

1. Merumuskan Masalah

Merumuskan masalah yaitu mencari masalah yang ingin diketahui kebenaran berdasarkan bukti ilmiah. Masalah penelitian umumnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan yang berkaitan dengan objek penelitian seperti apa, bagaimana, mengapa, kapan, dan lain sebagainya. Semakin spesifik rumusan masalah, maka semakin mempermudah kamu untuk melakukan penelitian ke depannya. 

Contoh : Apakah pemberian air bekas cucian beras berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jahe?

2. Merumuskan Hipotesis

Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah merumuskan hipotesis. Menurut  definisi, hipotesis sendiri merupakan dugaan jawaban sementara atas rumusan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya. Dugaan menjadi jawaban sementara yang  nantinya akan dibuktikan kebenarannya melalui hasil analisa data yang diperoleh. Pada dasarnya, terdapat dua jenis hipotesis, antara lain:

· Hipotesis Nol (Ho), yakni dugaan sementara yang menyatakan tidak ada pengaruh. Seperti contoh, “Tidak ada pengaruh antara X terhadap Y.”

· Hipotesis Alternatif (Ha), yakni dugaan sementara yang menyatakan ada pengaruh. Seperti contoh, “Ada pengaruh antara X terhadap Y.”

Contoh :

Ho : Tidak ada pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jahe

Ha: Ada pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jahe 

3. Merancang Penelitian

Berikutnya adalah merancang penelitian yang harus jelas dan spesifik mulai dari mempersiapkan alat dan bahan, menentukan data yang akan diperoleh, menentukan teknik pengumpulan data.

Perlu diketahui pula bahwa dalam melakukan penelitian, ada tiga jenis variabel yang biasa digunakan, yakni:

· Variabel bebas, yakni variabel yang menyebabkan perubahan pada variabel terikat.

· Variabel terikat, yakni variabel yang menerima perubahan dari variabel bebas.

· Variabel kontrol, yakni variabel yang sengaja dibuat tetap agar tidak memberikan pengaruh terhadap variabel lainnya.

Sebagai contoh :  Pengaruh Pemberian Air bekas cucian beras terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman Jahe

Variabel bebas : Air bekas cucian beras

Variabel terikat : pertumbuhan dan perkembangan tanaman jahe

Variabel kontrol : sinar matahari, tanah, air, waktu

4. Melakukan Eksperimen

Dalam rangka untuk menguji hipotesis yang telah dibuat sebelumnya, maka perlu dilakukan eksperimen atau percobaan. Pelaksanaan eksperimen dapat dilakukan melalui observasi, survei, ataupun dalam laboratorium. 

Dari tahapan eksperimen inilah kemudian akan menghasilkan data yang nantinya dapat diolah dan dianalisis. Hasil pengolahan data tersebut akan menunjukkan apakah hipotesis yang telah dirumuskan sesuai dengan hasil eksperimen atau tidak. Data-data ini akan bersifat objektif tanpa adanya pengaruh dari subjektivitas ilmuwan peneliti.

 

5. Mengolah dan Menganalisis Data

Data yang diperoleh dapat berupa data kuantitatif atau kualitatif. Para peneliti umumnya mencatat data-data yang diperoleh ke dalam bentuk tabel, grafik, ataupun diagram untuk memudahkan analisis.

Saat mengolah dan menganalisis data, para peneliti biasanya menggunakan dasar teori yang menjadi rujukan agar hasil penelitian semakin mendalam. 

6. Menarik Kesimpulan

Setelah menganalisis data, maka peneliti pun akan mengetahui apakah hipotesis yang dipaparkan sebelumnya diterima atau tidak. 

Dikatakan hipotesis diterima apabila hasil data sesuai dengan pernyataan hipotesis, sedangkan tidak diterima jika hipotesis tidak sesuai dengan hasil data.

Secara singkat, berikut hasil eksperimen yang mungkin terjadi:

· Menerima hipotesis nol (Ho), menolak hipotesis alternatif (Ha) yang berarti “tidak ada pengaruh”

· Menerima hipotesis alternatif (Ha), menolak hipotesis nol (Ho) yang berarti “ada pengaruh” 

7. Melaporkan Hasil Penelitian

Langkah terakhir dalam metode ilmiah adalah mengomunikasikan dan mempublikasikan hasil penelitian yang telah ditulis secara lengkap kepada orang lain.

Penulisan Laporan Akhir Hasil Praktikum :

1. Cover : Judul, Logo, Penyusun, Nama Sekolah, Alamat Sekolah, Tahun pembuatan laporan

2. Kata Pengantar

3. Daftar Isi

4. Pendahuluan : Latar belakang penelitian, tujuan, manfaat, Rumusan masalah, Hipotesa, Alat dan Bahan, Cara Kerja

5. Isi : Dasar Teori (selayang pandang : pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jahe tuliskan sumber asal pengambilan dasar teori)Hasil Penelitian (grafik, tabel) Pembahasan (perbandingan antara hasil penelitian dengan dasar teori yang dimiliki disertai dengan bukti yang ada) tambahkan data pendukung berupa foto dokumentasi atau gambar

6. Penutup : Kesimpulan (dikaikan dengan hipotesis), Saran dan Rekomendasi (berkenaan dengan saran yang diajukan bagi para peneliti berikutnya, guru dan pihak sekolah terhadap kegiatan/kondisi selama percobaan dilaksanakan)

Kamis, 10 Agustus 2023

PROJECT IPAS 1 - PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP

Judul : Pertumbuhan & Perkembangan Makhluk Hidup pada Tumbuhan

Tujuan : Memahami secara utuh melalui kegiatan project rill dalam menumbuh kembangkan tumbuhan sampai dengan mengalami perkembangan pada tahap pembentukan bunga dan atau buah

Alat dan Bahan

1. Planter Bag

2. Tanah gembur

3. Arang sekam

4. Air Mengalir

5. Sekop

6. Stapless

7. Gunting

8. Penggaris

9. Spanduk Bekas

10. Gayung

11. Tanaman Project : 

11.1. Kelompok Kelas Tanaman Hias : Bougenvile Pink, Bougenvile Violet, Rose

11.2. Kelompok Kelas Tanaman Obat Umbi : Jahe, Kencur, Kunyit

11.3. Kelompok Kelas Tanaman Obat Daun : Cocor bebek, Lidah Buaya, Sirih/Mint

Cara kerja :

1. Membuat Planter Bag

    Langkah membuat Planter Bag : 

    - Siapkan spanduk bekas

    - Bentuklah lingkaran dengan diameter 30-40cm dan persegi panjang sepanjang 90 cm x 27 cm

      dibuat dari spanduk bekas

    - Buat bagian lingkaran dan persegi panjang tersebut dengan dibentuk tabung tanpa tutup 

    - Bagian luar dari tabung tersebut yang berwarna putih polos, sedangkan yang bergambar dijadikan 

       bagian dalam

     - Beri identitas tabung tersebut dengan tulisan "Planter Bag" dan nama kelopok, kelas, serta nama

       siswa menggunakan spidol hitam/biru permanent

2. Persiapan Pertumbuhan Individu Baru (daun/akar pertama, tunas, atau lainnya)

2.1. Pertumbuhan Awal Tanaman Bougenvile dan Mawar

      1. Siapkan batang tanaman tua dari tanaman Bougenvile/Mawar 

      2. Ujung batang dikupas kulit kayu terluar sampai lendir kambium hilang

      3. Tancapkan batang tersebut yang telah dibersikan ke dalam tanah yang telah diisikan pada

          planterbag minimal 10 cm batang tertanam ke arah tanah

      4. Siram dengan air secukupnya

      5. Tutup batang beserta planterbag oleh plastik dan diikat kemudian disimpan di area teduh/lembab 

          (tidak terkena sinar matahari langsung)

      6. Amati setiap hari perubahan yang terjadi baik pada tanaman atau pula pada plastik yang menutupi

      7. Jika sudah mucul daun pada batang kurang lebih pada hari ke3/4, gunting plastik penutup tetapi

          tidak dibuka keseluruhan

      8. Amati kembali perubahan yang terjadi sampai hari ke 7, kemudian cek pada bagian batang yang 

          menancap di tanah apakah sudah muncul akar atau belum

      9. Jika sudah muncul akar buka semua plastik dan siram kembali tanaman tersebut masih disimpan

          di tempat yang teduh

     10. Jika sudah mulai banyak daun tumbuh pindahkan penyimpanan di area yang terkena cahaya 

           matahari secara langsung dan siram 2 hari sekali amati sampai dengan tanaman dipindahkan

           ke pot yang lebih besar dan amati sampai tumbuhan berbunga

2.2. Pertumbuhan Tanaman Obat Umbi

      1. Siapkan umbi kencur, kunyit, jahe seukuran 3 ruas jari yang sudah cukup tua

      2.  Masukan umbi ke dalam tanah yang sudah disiapkan di planter bag dan simpan di tempat teduh

      3. Siram secara rutin setiap hari sampai dengan mucul tunas daun kurang lebih 5-6 hari

     4. Amati pertumbuhan yang terjadi mulai dari tunas daun hingga tumbuh bagian tumbuhan lengkap

     5. Siram secara teratur sampai menghasilkan umbi yang baru

     6. Amati mulai dari panjang daun, tinggi tumbuhan dan kelengkapan tumbuhan bunga/ buah

2.3. Pertumbuhan Tanaman Obat Daun

     1. Siapkan tunas adventive dari cocor bebek, anakan dari lidah buaya, dan ruas batang sirih yang

         dirundukan

     2. Masukan bahan nomor 1 ke dalam tanah berhumus yang telah disiapkan di planterbag

     3. Siram secara rutin dan simpan di area teduh yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung

     4. Amati perubahan yang terjadi sampai muncul anakan yang baru dan pada sirih pertumbuhan

        meninggi dan catat setiap perubahan yang terjadi pada setiap harinya


Perawatan tumbuhan dilakukan minimal 30 hari kerja dan jika libur silahkan dititipkan ke bagian sarana prasarana untuk dibantu penyiraman pada tanaman tersebut selalu mencatat setiap hari pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi melalui piket kelompok (tinggi tanaman, warna daun, jumlah daun, lebar daun, percabangan, pertumbuhan bunga atau perkembangan lainnya) sambil berjalan dalam membuat laporan melalui google drive pertumbuhan tanaman yang terjadi pertumbuhan dan perkembangan tanaman difotokan pada kondisi tertentu yang menunjukan perubahan siginifikan


POPW 7 - Komponen Wisata

 Menurut Suwantoro (1997) Paket wisata (package tour) adalah produk perjalanan yang dijual oleh suatu perusahaan biro perjalanan atau perusahaan transport yang bekerja sama dengannya dimana harga paket wisata tersebut telah mencakup biaya perjalanan, hotel. Sedangkan menurut Yoeti (1997), paket wisata merupakan suatu perjalanan wisata yang direncanakan dan diselenggarakan oleh suatu travel agent atau biro perjalanan atas resiko dan tanggung jawab sendiri baik acara, lama waktu wisata dan tempat yang akan dikunjungi, akomodasi, transportasi, serta makanan dan minuman telah ditentukan oleh biro perjalanan dalam suatu harga yang telah ditentukan jumlahnya.

 

Fasilitas-fasilitas yang dilibatkan dalam penyelenggaraan wisata sangat mempengaruhi rangkaian kegiatan wisata yang dialami seseorang, disebut sebagai komponen wisata. Berikut ini adalah komponen-komponen yang ada dalam suatu produk wisata :

  1. Transportasi

Sarana transportasi terkait dengan mobilisasi wisatawan, tetapi transportasi tidak hanya dipakai sebagai sarana untuk membawa wisatawan dari satu tempat ke tempat lain saja, namun juga dipakai sebagai atraksi wisata yang menarik. Jenis transportasi  dapat dibedakan menjadi transportasi  darat, laut dan udara.

  1. Akomodasi

Sarana akomodasi dibutuhkan apabila wisata diselenggarakan dalam waktu lebih dari 24 jam dan direncanakan untuk mengunakan sarana akomodasi tertentu sebagai tempat menginap.

  • Hotel
  • Losmen/penginapan
  • Inn/Lodge
  • Hostel
  • Dormitory/Asrama/Mess/Wisma
  • Rumah Tinggal/Kos
  • Guest House
  • Vila/Rumah Peristirahatan
  • Apartemen/Kondominium/Residential
  • Marina/Boatel/Nautel
  • Camping Site/Ground
  1. Restoran

Dilihat dari lokasi ada restoran yang berada di hotel dan menjadi bagian atau fasilitas hotel yang bersangkutan, ada pula restoran yang berdiri sendiri secara independen.

  1. Objek dan atraksi wisata

Objek dan atraksi wisata dapat dibedakan atas dasar asal-usul yang menjadi karakteristik objek atau atraksi tersebut, yaitu wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata ziarah dan wisata hiburan.

  1. Hiburan

Hiburan pada hakikatnya adalah salah satu atraksi wisata. Hiburan bersifat massal, digelar untuk masyarakat umum dan dan bahkan melibatkan masyarakat secara langsung serta tidak ada pemungutan biaya yang menikmatinya, dimana hiburan semacam ini disebut amusement.

  1. Toko cideramata

Toko cenderamata erat kaitannya dengan oleh-oleh atau kenang-kenangan dalam bentuk barang tertentu.

  1. Pemandu wisata

Pramuwisata dan pengatur wisata adalah petugas purna jual yang bertindak sebagai wakil perusahaan yang mengelola wisata untuk membawa, memimpin, memberi informasi dan layanan lain kepada wisatawan sesuai dengan acara yang disepakati.

POPW 6 - Dokumen Perjalanan Wisata

 Wisata sebagai suatu perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain yang menjadi tujuannya memerlukan kelengkapan dokumen, khususnya jika perjalanan tersebut mlintasi wilayah geografis yang berbeda.

Jenis dokumen perjalanan wisata terdiri dari 2 jenis yaitu :

  1. Valuable Travel Document yaitu dokumen perjalanan yang memiliki nilai/harga karena dipergunakan untuk mendapatkan jasa pelayanan perjalanan dan dapat ditukarkan dengan nilai uang seperti tiket, voucher, Miscelleneous Charges Order (MCO).
  2. Unvaluable Travel Document yaitu dokumen perjalanan yang tidak mempunyai nilai/harga karena tidak dapat ditukarkan dengan sejumlah jasa/barang maupun dengan nilai uang seperti  paspor, exit permit/ re-entry permit, visa, sertifikat kesehatan (health certificate), fiskal.

Kebutuhan dokumen perjalanan wisata disesuaikan dengan jenis dan tujuan perjalanan wisata yang akan dilakukan.

  1. Dokumen perjalanan domestik (dalam negeri) hanya membutuhkan dokumen tiket transportasi, voucher hotel, voucher makan.
  2. Dokumen perjalanan luar negeri (outbond tour) memiliki beberapa jenis dokumen yang disesuaikan kebutuhan perjalanan wisata.

Berikut merupakan jenis dokumen perjalanan yang diperlukan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke luar negeri.

A. PASSPORT

Paspor adalah dokumen perjalanan yang dikeluarkan oleh suatu negara bagi warga negaranya untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

Paspor pada umumnya berlaku secara universal, artinya semua negara dapat menerima dokumen ini sebagai legalitas bagi pemiliknya untuk memasuki seuatu negara. Dokumen tersebut berisikan data pribadi dari pemegang paspor  yang menyangkut :

-          Nama lengkap.

-          Tempat dan tanggal lahir.

-          Tanda khusus pemegang paspor.

-          Kebangsaan.

-          Agama.

-          Photo.

-         Masa berlaku paspor yang disahkan oleh pejabat imigrasi.

Adapun jenis passport adalah sebagai berikut :

  1. Paspor Biasa

Untuk paspor biasa berwarna hijau, jenis ini adalah yang paling umum dimiliki masyarakat. Paspor ini dapat kamu pakai untuk melakukan perjalanan wisata ke negara lain. Masa berlaku dari dokumen perjalanan wisatake luar negeri ini hanya lima tahun, dan dapat diperpanjang di kantor imigrasi baik datang sendiri atau melalui online.

  1. E-Paspor

E-paspor tentunya menawarkan lebih banyak kenyamanan dibandingkan paspor biasa. Penggunaan E-paspor sudah banyak digunakan oleh negara-negara maju dikarenakan memiliki data biometrik yang lebih lengkap dan akurat, dokumen perjalanan ke luar negeri ini lebih mudah dipindai saat kamu melakukan kunjungan ke negara lain. Bahkan, proses verifikasi dari e-paspor lebih cepat karena tidak melalui cara manual dan paspor ini juga sudah sesuai dengan standar yang diberlakukan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO). Selain itu juga pengajuan visa jadi lebih mudah oleh karena beberapa negara juga memberikan bebas visa bagi mereka yang memiliki e-paspor.

  1. Paspor Dinas

Paspor diperuntukkan bagi pegawai pemerintahan yang akan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Paspor ini memiliki warna biru, dan biasanya dibutuhkan lampiran yang cukup banyak untuk bisa memperoleh jenis dokumen perjalanan ini. Beberapa dokumen yang harus disertakan adalah surat izin resmi dari atasan, surat bukti kelulusan beasiswa, dan seterusnya.

  1. Paspor Diplomatik

Paspor ini dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah bagi mereka yang hendak melakukan perjalanan diplomatik. Paspor ini dikeluarkan langsung oleh Kementerian Luar Negeri sehingga hal tersebut yang  menjadi pembeda antara paspor dinas dan diplomatik.

B. Visa

Visa adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh suatu negara atau perwakilannya sebagai tanda diperkenankannya seseorang dari negara lain memasuki wilayah negara tertentu. Fungsi utama dari Visa adalah sebagai dokumen bahwa pemegang Visa dari suatu negara telah diperkenankan tinggal untuk keperluan tertentu di negara tersebut.

Visa merupakan catatan dalam paspor atau dokumen perjalanan lainnya yang menetapkan bahwa pemegang paspor dan Visa telah diberikan jaminan untuk memasuki suatu negara pemberi Visa. Wujud dari Visa dapat berupa stempel atau stiker yang dibubuhkan pada paspor yang diberikan oleh pejabat kedutaan/perwakilan negara yang akan dikunjungi. Dalam visa yang dikeluarkan , dicantumkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Nomor dan tanggal pengeluaran.
  2. Jenis visa yang diberikan.
  3. Masa berlaku visa.
  4. Berapa kali visa tersebut bias digunakan.

Jenis-jenis Visa

  1. Visa Kunjungan Wisata/Visa Turis

Visa ini adalah Visa yang diberikan kepada seseorang untuk diperkenankan masuk ke suatu wilayah negara dengan tujuan untuk melakukan kunjungan pribadi. Masa berlaku dan syarat mengajukan visa ini berbeda-beda berdasarkan negara tujuan Visa kunjungan biasanya diberikan untuk selama tidak lebih dari 3 bulan. Visa wisata terdiri dari Single Entry Visa dan Multiple Entry Visa. Single Entry Visa adalah visa untuk satu kali masuk ke suatu wilayah negara. Sedangkan Multiple Entry Visa adalah visa yang dapat digunakan berkali-kali untuk memasuki satu wilayah negara. Untuk WNA yang berkunjung ke Indonesia dengan tujuan untuk wisata baik perorangan maupun group, masa berlakunya visa adalah 30 (tiga puluh) hari dapat diperpanjang selama 15 (lima belas) hari.

  1. Visa Kunjungan Keluarga

Visa kunjungan keluarga adalah jenis visa bagi yang ingin mengunjungi keluarga kamu di suatu negara. Jenis visa satu ini berlaku hingga 90 hari atau 3 bulan. Untuk jenis visa ini  melampirkan surat undangan dari keluarga di negara tujuan dan surat pernyataan bahwa terdapat keluarga penjamin selama berada di negara tersebut.

  1. Visa Transit

Visa transit berlaku bagi yang melakukan transit di suatu negara sebelum melanjutkan perjalanan ke negara tujuanmu. Visa ini dikenal dengan istilah Transit With Out Visa (TWOV) dan hanya berlaku untuk jangka waktu yang sangat singkat, paling lambat 5 ( lima) hari. Terdapat 2 jenis yang pertama adalah Airport Transit Visa yang berarti pemegang jenis visa ini dilarang meninggalkan area bandara. Sementara, jenis yang kedua yaitu Visa Transit memperbolehkan si pemegang visa untuk ke luar bandara dan menikmati perjalanan di negara transit selama maksimal 5 hari.

  1. Visa on Arrival

Berbeda dengan jenis visa lainnya, visa ini merupakan jenis visa yang dibuat saat tiba di negara tujuan  dapat dibuat di bandara atau pelabuhan tempat kedatangan kita dan jenis visa ini hanya berlaku di negara-negara tertentu saja.

  1. Visa Kerja

Visa ini diperuntukkan bagi yang akan menjadi karyawan di suatu perusahaan di luar negeri. Jenis visa ini terbagi menjadi beberapa sesuai lamanya kontrak kerja, yaitu visa kerja sementara, semi-permanen, atau permanen. Visa ini hanya dapat diperpanjang di negara asal dengan mengajukan ulang pembuatannya.

  1. Visa Kunjungan Bisnis

Visa kunjungan bisnis diperuntukkan bagi yang akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, baik mengunjungi pameran, rapat dengan klien, seminar, atau mengunjungi kantor pusat/cabang di negara lain dengan masa berlaku 6 bulan.

  1. Visa Bisnis

Visa bisnis merupakan jenis visa yang berbeda dengan visa kunjungan bisnis. Visa kunjungan bisnis diperuntukkan bagi pebisnis yang akan pergi ke luar negeri dalam jangka waktu yang pendek, sementara visa bisnis diperuntukkan bagi pebisnis yang akan menetap cukup lama di negara tujuan. Visa ini cocok untuk pebisnis yang ingin membuka bisnis di suatu negara dan butuh waktu tinggal yang lama untuk mengurus keperluan pendirian perusahaan. Jenis visa satu ini bisa diperpanjang untuk pebisnis yang ingin tinggal permanen di suatu negara.

  1. Visa Diplomatik

Visa diplomatik dikhususkan bagi para diplomat yang akan melakukan perjalanan bisnis yang bersifat diplomatik ke suatu negara. Suatu instansi negara yang memerlukan visa ini akan mengurusnya agar perwakilannya dapat mengunjungi suatu negara selama waktu yang telah ditentukan.

  1. Visa Khusus Pegawai Internasional

Visa ini merupakan jenis visa yang diperuntukkan bagi seseorang yang bekerja di badan atau instansi internasional atau merupakan perwakilan suatu negara untuk sebuah perusahaan internasional.

  1. Visa Belajar

Visa satu ini dikhususkan bagi siswa/mahasiswa yang menempuh studi di luar negeri. Pembuatan visa ini cukup mudah asalkan kita sudah mengantongi surat izin bersekolah dari instansi pendidikan yang dituju. Visa ini akan berlaku selama masa pendidikan termasuk libur sekolah.

  1. Visa Pertukaran Pelajar

Visa pertukaran pelajar ini juga dikhususkan bagi siswa/mahasiswa yang hendak melakukan pertukaran pelajar. Pembuatan jenis visa ini biasanya dibantu oleh lembaga yang mengadakan program pertukaran pelajar.

  1. Exit Visa

Jenis visa satu ini diperuntukkan bagi seorang warga negara asing yang harus keluar dari suatu negara karena dipenjara atau ditahan. Alasan lainnya adalah apabila seorang warga negara ingin meninggalkan negaranya sendiri menuju negara lain. Jenis visa ini juga sebagai suatu pernyataan bahwa warga negara tersebut tidak diperbolehkan kembali lagi ke negara asalnya.

C. Exit Permit

Exit permit merupakan dokumen perjalanan dalam bentuk lembaran kertas yang berisi stempel resmi dari kantor imigrasi. Lampiran itu pun kemudian ditempel pada paspor sebagai bukti bahwa kamu sudah memasuki atau keluar dari wilayah negara tertentu. Masa berlaku dari dokumen penting ini rata-rata tiga bulan, tetapi bisa jadi lebih panjang tergantung pada jenis visa yang diperoleh.

D. Re-Entry Permit

Dokumen perjalanan ini biasanya diurus oleh mereka yang sudah mendapat izin tinggal dalam kurun waktu tertentu di suatu negara. Orang asing dapat kembali memasuki wilayah negara yang menjadi tempat tinggal barunya dengan mengajukan re-entry permit. Jenis dokumen perjalanan ini harus diurus sebelum keberangkatan orang tersebut ke negara asalnya.

E. Surat Keterangan Fiskal

Fiskal merupakan surat keterangan yang menunjukkan pembayaran pajak dari  warga negara sesuai peraturan yang berlaku salah. Bagi WNI bisa ditujunkkan kepemilikan nomor pokok wajib pajak (NPWP) sebagai bukti bebas fiskal luar negeri kepada pihak otoritas bandara atau imigrasi.

F. Sertifikat Kesehatan

Sertifikat kesehatan atau yang lebih dikenal dengan kartu sehat, merupakan dokumen resmi yang diterbitkan oleh dinas kesehatan, yang dapat dipakai saat seseorang melakukan perjalanan ke negara lain. Menurut istilah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kartu sehat disebut yellow card. Pengurusan kartu ini didasarkan pada Undang-Undang Kesehatan Internasional yang diberlakukan oleh WHO. Fungsinya adalah untuk membuktikan bahwa negara tempat kamu berasal sudah terbebas dari penyakit meningitis atau beberapa kasus penyakit menular seperti kolera, cacar air, dan lain sebagainya.

G. Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan merupakan salah satu Dokumen perjalanan wisata yang penting untuk dibawa ketika bepergian ke luar negeri. Jenis asuransi ini biasanya hanya bersifat jangka pendek atau paling lama enam bulan. Beberapa vendor asuransi perjalanan biasanya akan memberi jaminan untuk beberapa kasus seperti keterlambatan penerbangan, kehilangan bagasi, atau bahkan kecelakaan saat bepergian.

 

 

POPW 5 : Pengelolaan Perjalanan Wisata

 Menurut Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM.85/HK.501/MKP/2010 Bab 1 Pasal 1 dalam ketentuan umum diberikan pengertian dengan batasannya, yaitu :

  1. Usaha Jasa Perjalanan Wisata yang selanjutnya disebut usaha pariwisata adalah penyelenggaraan biro perjalanan wisata dan agen perjalanan wisata.
  2. Biro Perjalanan Wisata adalah usaha penyediaan jasa perencanaan perjalanan dan atau jasa pelayanan dan penyelengaraan pariwisata, termasuk penyelenggaraan perjalanan ibadah.
  3. Agen Perjalanan Wisata adalah usaha jasa pemesanan sarana seperti : pemesanan tiket, akomodasi serta pengurusan dokumen perjalanan.

Bentuk perjalanan wisata

  1. Individual Inclusive Tour (IIT)
  2. Group Inclusive Tour (GIT)

A. BIRO PERJALANAN WISATA

BPW menurut UU No.9 Tahun 1990 Pasal 12 didefinisikan sebagai usaha penyedia jasa perencanaan dan / atau jasa pelayanan dan penyelenggaraan wisata. BPW bertugas untuk memberikan penerangan atau informasi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia wisata pada umumnya dan perljalanan wisata khususnya. Struktur organisasi yang digunakan oleh kebanyakan perusahaan Biro Perjalanan Wisata tergantung kepada kebijakan perusahaan tersebut. Departemen-Departemen Di Biro Perjalanan Wisata (Bpw) Dan  Agen Perjalanan (Ap) terdiri atas :

  1. Departemen Tour dan Transportasi
  2. Departemen Ticketing dan Dokumen
  3. Departemen Sales dan Marketing
  4. Departemen Penyelenggaraan MICE (Meeting Incentive Conference Exhibition)
  5. Departemen Keuangan
  6. Departemen Personalia dan Umum

Ruang Lingkung Biro Perjalanan Wisata

Ruang lingkupnya kegiatan usahanya adalah:

  1. Membuat, menjual dan menyelenggarakan paket wisata.
  2. Mengurus jasa angkutan perorangan atau kelompok yang di urusnya.
  3. Melayani pemesanan akomodasi, restaurant dan sarana wisata lainnya.
  4. Mengurus dokumen perjalanan
  5. Menyelenggarakan panduan perjalanan perjalanan wisata.
  6. Melayani penyelenggaraan konvensi.

Fungsi Biro Perjalanan Umum di bedakan dua fungsi yaitu:

  1. Fungsi Umum memberikan penerangan atau informasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia perjalanan pada umumnya dan perjalanan wisata pada khususnya.
  2. Fungsi khususnya.
  • Biro perjalanan sebagai perantara. Dalam kegiatannya ia bertindak atas nama perusahaan lain dan menjual jasa-jasa perusahaan yang diwakilinya. Karena itu ia bertindak di antara wisatawan dan industri wisata.
  • Biro perjalanan sebagai badan usaha yang merencanakan dan menyelenggarakan tour dengan tanggung jawab dan resikonya sendiri.
  • Biro perjalanan sebagai pengorganisasi yaitu dalam menggiatkan usaha ia aktif menjalin kerjasama dengan perusahaan lain baik dalam dan luar negeri. Fasilitas yang dimiliki di manfaatkansebagai dagangannya.

B. AGEN PERJALANAN WISATA

Menurut UU No.9 Tahun 1990 Pasal 12 APW adalah usaha yang menyelenggarakan perjalanan yang bertindak sebagai perantara dalam menjual atau mengurus jasa. Keduanya sama-sama berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. APW hanya mendapatkan izin untuk bertindak sebagai retailer atau pengecer dari beragam produk layanan (jasa) wisata sesuai dengan keagenan yang ditunjuk atau dimandatkan.

Ruang Lingkup Agen Perjalanan

  1. Menjadi perantara pemesanan pemesanan tiket
  2. Mengurus dokumen perjalanan
  3. Menjadi perantara pemesanan akomodasi, restaurant, sarana wisata dll
  4. Menjual paket wisata yang di buat oleh biro perjalanan umum

Fungsi Agen Perjalanan sebagai Perantara

Di daerah asal wisatawan

  1. Melengkapai informasi bagi wisatawan
  2. Memberikan advice bagi calon wisatawan
  3. Menyediakan tiket

Di Daerah Tujuan

  1. Memberi informasi bagi wisatawan.
  2. Membantu reservasi
  3. Menyediakan transportasi
  4. Mengatur perencanaan
  5. Menjual dan memesan tiket

POPW 4 - Perencanaan Perjalanan Wisata

Dalam melakukan perjalanan wisata diperlukan sebuah perencanaan perjalanan wisata yang diperlukan sebagai bahan acuan saat perjalanan wisata dilakukan.

Menurut Abdulrachman (1973), Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan fakta-fakta dan atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan untuk melaksanakan tindakan-tindakan kemudian. Sehingga cukup jelas bahwa perencanaan merupakan sebuah proses yang bersifat sistematis untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Sedangkan pengertian perjalanan itu sendiri merupakan pergerakan orang antar lokasi geografi yang jauh baik dilakukan dengan dengan berjalan kaki atauppun menggunakan kendaraan berupa sepeda, sepeda motor, mobil, kereta, perahu, bus, pesawat, kapal ataupun alat angkutan lainya.

Wisata menurut UURI No. 10 Tahun 2010 adalah suatu kegiatan perjalanan yang dilakukan manusia baik perorangan maupun kelompok untuk mengunjungi destinasi tertentu dengan tujuan rekreasi, mempelajari keunikan daerah wisata, pengembangan diri dsb dalam kurun waktu singkat atau sementara waktu.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa perencanaan perjalanan wisata merupakan proses dalam membuat menyusun agenda perjalanan baik menggukanan alat bantu transporasi ataupun berjalan kaki untuk menuju suatu tempat terentu dengan tujuan berekreasi. Dalam pelaksanaannya untuk merencakanan sebuah perjalanan wisata diperlukan informasi yang cukup untuk berkenaan dengan jenis produk-produk wisata yang digunakan dalam sebuah perjalanan wisata sehingga memerlukan sebuah pengorganisasian yang tepat dengan melibatkan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.

Perjalanan wisata atau umum dikenal dengan istilah  tour tatap merupakan suatu perjalanan yang memiliki ciri-ciri suatu perjalanan, tetapi perjalanan wisata mempunyai ciri-ciri khas yang memperlihatkan warna kegiatan wisata. Pengertian perjalanan wisata dapat didefinisikan dari dua sudut pandang, yaitu sebagai berikut :

  1. Tour sebagai suatu produk adalah suatu rencana perjalanan menuju satu atau beberapa tempat persinggahan dan kembali ke tempat asal dengan merangkai beberapa komponen perjalanan yang diperlukan dalam perjalanan tersebut.
  2. Tour sebagai suatu perjalanan adalah suatu kegiatan perjalanan yang mempunyai ciri-ciri tersendiri yang memberikan warna wisata yang bersifat santai, gembira, dan untuk bersenang-senang. Hal inilah yang membedakan dengan perjalanan lainnya.

Secara umum ciri utama dari suatu perjalanan wisata adalah sebagai berikut :

  1. Perjalanannya merupakan suatu perjalanan keliling dan kembali ke tempat asal
  2. Perjalanannya diadakan dalam keadaan santai
  3. Mempunyai tujuan untuk memberikan kepuasan kepada peserta perjalanan
  4. Perjalanannya dirangkai dari beberapa komponen perjalanan yang diperlukan dalam pencapaian tujuan dari perjalanan
  5. Perjalanannya dilengkapi dengan mengunjungi destinasi/atraksi wisata
  6. Perjalanannya tidak mempunyai tujuan untuk mencari nafkah bagi peserta perjalanan
  7. Belanja orang yang mengadakan perjalanan berasal dari uang yang diperoleh di tempat asal peserta perjalanan
  8. Peserta perjalanan tinggal untuk sementara ditempat tujuan perjalanan
  9. Perjalanannya dilaksanakan dalam waktu yang ditentukan

Perjalanan wisata dikemas dalam bentuk Paket Wisata yang dibuat oleh perencana tour atau Tour Planner.

Dalam penyusunan perencanaan perjalanan wisata tidak terlepas dari keterlibatan beberapa jasa pemasok/ industri produk jasa pariwisata dalam menentukan sebuah rencana perjalanan wisata. Produk jasa pariwisata meliputi destinasi wisata, atraksi wisata, transportasi, akomodasi, restoran, souvenir, hiburan, dan lainnya yang mendukung dalam sebuah perjalanan wisata yang biasanya dipersiapkan dan ditawarkan oleh masing-masing perusahaan secara terpisah.

Apakah kamu pernah melakukan perjalanan wisata? boleh dong komen disini pengalaman perjalanan wisata yang pernah kamu lakukan yang paling berkesan? walaupun semua perjalanan wisata pastinya memiliki kesan yang berbeda-beda dan tentunya tetap melekat di hati.

 

 

POPW 3 - Persiapan Perjalanan Wisata

Dalam pelaksanaan perjalanan wisata beberapa hal diperlukan yang harus diperhatikan oleh Biro Perjalanan Wisata ataupun Wisatawan. dalam perencanaan persiapan perjalanan wisata bisa dimudahkan dengan Online Travel Agent (OTA) yang memberikan kemudahan dalam penyelenggaraan persiapan perjalanan diantaranya :

  1. Transportasi, memastikan alat transportasi yang diperlukan baik jenis, biaya, akses kemudahan yang akan digunakan oleh wisatawan pada saat keberangkatan dan kepulangan PNR (Passanger Name Record) tercatat dengan benar dan tidak ada perubahan sampai tia di bandara, stasiun atau terminal keberangkatan.
  2. Akomodasi, memastikan bahwa jenis akomodasi dan fasilitas yang tersedia sesuai dengan keinginan pelanggan, pastikan tempat tidur terpisah (twin bed), rooming list, dan kunci sudah siap saat akan digunakan sehingga mengurangi komplain dari pelanggan.
  3. Makan dan minum, memastikan bahwa menu telah sesuai dengan kondisi pelanggan dan sesuai dengan DOT (Distribution Of Time) dalam perjalanan wisata.
  4. Dokumen Perjalanan, memastikan bahwa dokumen perjalanan dimiliki oleh wisatawan sesuai dengan rencana perjalanan yang dilakukan termasuk kartu identitas, paspor, termasuk visa khususya perjalanan dari dan atau ke luar negeri.
  5. Tiket Masuk, memastikan bahwa tiket masuk dapat terkoordinir dengan tepat tanpa dipermainkan jumlahnya oleh Tour Leader ataupun Tour Guide.
  6. Lain-lain (Tour Leader, Guide), memastikan khususnya dalam perjalanan group atau rombongan Tour Guide atau Tour Leader dibekali dengan surat jalan (Guide Services Order) dari Biro Perjalanan Wisata untuk mempermudah kelancaran selama perjalanan wisata.

 

Publisitas Pariwisata

Publisitas pariwisata diperlukan dalam mempromosikan produk-produk wisata yang telah dikemas. Terdapat 2 jenis publitas yaitu publisitas berbayar dan gratis. untuk publisitas berbayar kita bisa menginformasikan secara bebas sesuai dengan konten yang diinginkan diantaranya melalui media elektronik dan non elektronik, baik offline maupun online. Sedangkan publisitas gratis memerlukan teknik unik dalam media promosi baik offline maupun online termasuk metode "m to m"

Dalam mempromosikan paket perjalanan wisata, perlu diperhatikan adalah segmentasi pasar. Menurut Kottler dan Keller (2009) menetapkan dasar segmentasi pasar terdiri dari 3 yaitu :

  1. Geografis, pemilihan segmen berdasarkan geogradis biasanya memiiki kecenderungan karakteristik dan kebutuhan yang sama daari daerah asalnya.
  2. Demografis, pemilihan segmen berdasarkan kelompok variabel usia, ukuran keluarga, jenis kelamin, pengasilan, pekerjaan, pendidika, agama, ras, generasi, kebangsaan, dan kelas sosial.
  3. Psikografis, berdasarkan kepribadian, gaya hidup, nilai.

POPW 2 - Perjalanan Wisata

 Perjalanan wisata atau  tour  merupakan suatu perjalanan yang memiliki ciri-ciri suatu perjalanan, tetapi perjalanan wisata mempunyai ciri-ciri khas yang memperlihatkan warna kegiatan wisata yang  bersifat santai,  gembira,  dan  untuk  bersenang-senang.

Dalam bisnis perjalanan dikenal bebarapa istilah yang mempunyai arti yang sama dengan tour yaitu:

  1. Sightseeing yaitu perjalanan keliling yang dilakukan secara singkat (3-4 jam)
  2. Excursion yaitu perjalanan yang dilaksanakan kurang dari 24 jam
  3. Paket wisata  yaitu  perjalanan  yang  dilaksanakan  lebih  dari  24  jam  sehingga peserta perjalanan memerlukan jasa akomodasi.

Jenis-Jenis Tour

Berdasarkan wilayah negara, ini bisa dibedakan menjadi :

  1. Domestic tour atau wisata nusantara, tour ini dilakukan di wilayah dalam negeri. Contoh : wisatawan dari Bandung melakukan perjalanan wisata ke daerah Bali.
  2. Inbound tour atau incoming tour wisata mancanegara, yaitu perjalanan wisata dari negara asing yang datang ke dalam negeri. Contoh : wisatawan dari Jepang berwisata ke Indonesia.
  3. Outbound tour atau overseas tour ke luar negeri yang merupakan suatu perjalanan wisata warga indonesia ke luar negara Indonesia. Contoh : wisatawan dari Indonesia melakukan perjalanan wisata ke Malaysia.

Berdasarkan tour di darat,

  1. Overland tour, perjalanan wisata melalui jalur darat seperti menyusuri jalan kota, desa dengan  menggunakan transportasi darat seperti mobil, bus, kereta, dan lain sebagainya. Contohnya wisata Bandung Yogyakarta 4 hari 2 malam.
  2. Mountain Trekking Tour yaitu perjalanan mendaki sebuah gunung. Contoh trekking gunung ceremai, gunung puntang, dll.
  3. Climbing Tour yaitu  memanjat tebing  seperti panjat tebing Gunung Parang
  4. Menyusuri goa, contohnya goa Pawon Exploring Tour
  5. Menuruni Luweng, Contohnya Luweng Sampang Exploring Tour

Berdasarkan tour di laut, danau, atau sungai.

  1. Perjalanan wisata laut lepas, seperti sailing tour, fishing tour.
  2. Perjalanan wisata pantai seperti pantai daratan (beach) dan pantai dengan laut (off shore) Bisa juga melakukan snorkling, scuba diving, surfing, banana boat, dan lain sebagainya.

Berdasarkan jumlah peserta

  1. Individual tour yang dilakukan oleh 1 atau 2 orang (wisata perorangan)
  2. Group tour yang dilakukan dengan rombongan berjumlah 20 - 30 wisatawan dan ada tour leader atau pemimpin dari perjalanan wisata.
  3. Mass tour atau perjalanan yang dilakukan dalam rombongan besar 300 - 400 orang
  4. Family tour atau perjalanan wisata untuk keluarga

Berdasarkan usia wisatawan

  1. Youth tour atau bisa disebut dengan perjalanan wisata bagi para remaja biasanya lebih ke destinasi wisata yang low budget dan banyak spot foto menarik.
  2. Elderly tour atau perjalanan wisata untuk lansia yang lebih ke menikmati pemandangan, spending holiday with family, berhubungan dengan hobi seperti merajut dan lain sebagainya.

Berdasarkan tipologi wisata

  1. Mass tour yang berlaku umum dan memiliki itinerary
  2. Alternative tour yang biasanya menjadi pilihan kedua setelah mass tour
  3. Special interest atau perjalanan wisata yang lebih digemari oleh perorangan. Seperti

Berdasarkan waktu penyelenggaraan

  1. Half Day Tour 3-4 Jam
  2. Half Day Tour 6-7 Jam
  3. Full Day Tour 8 - 10 jam

Tipe Half Day Tour 3-4 Jam diantaranya :

  • Morning Tour : yang berlangsung sesudah makan pagi dan sebelum makan siang seperti menikmati sunrise
  • Afternoon Tour : yang berlangsung setelah makan siang sebelum matahari terbenam seperti menikmati candi, mendatangi benteng, museum, dan lain sebagainya
  • Evening Tour : yang berlangsung di senja seperti menikmati sunset
  • Night Tour : tour yang berlangsung pada malam hari seperti makan malam dan lain sebagainya seperti midnight tour

Berdasarkan Kelas 

  1. Deluxe Tour hotel bintang 4 kamar bertipe deluxe, makan ala carte, tamu vip
  2. Standard Tour hotel berbintang 3 atau 2 kamar bertipe standar pelayanan makanan table d'hotel
  3. Economy Class Tour hotel bintang 1 dengan kamar yang ekonomi, makam dengan menu sederhana dan tetap
  4. Budget Class Tour harga murah, hotel melati, biasa untuk backpacker

Berdasarkan Moda Transportasi

  1. Bus & Car Touring --> Bus dan mobil
  2. Train Touring --> Kereta api
  3. Boat Touring  --> kapal laut
  4. Cruise Line Tour --> kapal Pesiar

Berdasarkan penyiapan Paket Wisata

  1. Ready Made Tour yaitu paket wisata yang dibuat oleh biro perjalanan wisata sesuai dengan season
  2. Tailor Made Tour yaitu paket wisata yang dibuat berdasarkan permintaan dari wisatawan
  3. Reguler Tour yaitu paket wisata yang penyelenggaraaannya sesuai dengan waktunya
  4. Irreguler Tour yaitu paket wisata yang penyelenggaraannya tidak sesuai dengan waktunya atau disesuaikan oleh keinginan wisatawan
  5. Independent Tour yaitu kegiatan wisata yang tidak berdasarkan jadwal berangkat kapan saja sesuai kesepakatan dari wisatawan dan biro perjalanan wisata

 

 

 

 

 

 

POPW 1 - Produk Wisata

 A. Pengertian Produk Wisata

Produk wisata memiliki karakteristik utama sebagai produk jasa atau pelayanan. Produk wisata merupakan keseluruhan produk jasa yang dapat diperoleh dalam proses perjalanan wisatawan, dari tempat tinggalnya dala perjalanan menuju daerah tujuan sehingga wisatawan kembali ke tempat tinggalnya. Menurut Burkat dan Medlik (1976) Produk industri pariwisata adalah susunan produk yang terdiri dari campuran atraksi wisata, transportasi, akomodasi dan hiburan. Produk industri pariwisata juga merupakan kemasan yang terdiri dari barang berwujud dan tidak berwujud dalam proses aktivitas wisata.

B. Ciri Khas Produk Wisata

Menurut Kotler (2003) ciri produk wisata yaitu :

  1. Tidak berwujud (intangible) --> Jasa tidak dapat dilihat, dirasa, didengar, atau dicium sebelum jasa itu dibeli.
  2. Tidak terpisahkan  (inseparability)  --> proses produksinya yang tidak dapat dipisahkan antara produsen dan konsumen.
  3. Keragaman yang tinggi (variability) --> pelayanan wisata diproduksi dan dikonsumsi secara simultan dan bersamaan, pada waktu yang sama sehingga kualitas produk wisata sangat menentukan kepuasan pelanggan dan hal ini membuat produk wisata sangat beragam kualitasnya.
  4. Tidak tahan lama dan mudah kadaluarsa (persihable) --> masa jual wisata terbatas yaitu mulai dari produk itu ditawarkan sampai dengan dilaksanakan, tidak dapat disimpan sehingga sisa produk tidak terjual dan tidak bernilai kembali.

C. Komponen Produk Wisata

  1. Jasa Layanan Transportasi --> mobilisasi wisatawan meliputi transportasi darat, laut, udara
  2. Jasa Layanan  Akomodasi --> fasilitasi relaksasi mulai dari home stay, losmen, motel, youth hostel, hotel melati hingga hotel berbintang.
  3. Jasa Layanan  Makan dan Minum ---> restaurant
  4. Destinasi/Atraksi Wisata --> alam, buatan, budaya, religi
  5. Jasa Layanan Travel Agent --> melayani pembelian tiket baik offline maupun online (OTA)
  6. Saran hiburan (Entertainment & Amusement) -->upacara adat, pagelaran
  7. Toko Cinderamata (Souvenir shop) --> oleh-oleh atau kenang-kenangan dalam bentuk barang tertetu yag memiliki ciri khusus sesuatu dengan kondisi daerah tempat wisata.
  8. Pramuwisaa dan Pengatur Wisata (Guide & Tour Manager)

D. Destinasi/Atraksi Wisata

Daya Tarik Wisata merupakan seluruh komponen baik lingkungan alam, aktivitas manusia maupun fasilitas buatan yang menarik seseorang ataupun sekelompok orang untuk berkunjung  dan memanfaatkan waktu luangnya untuk bersenang-senang.

Klasifikasi yang umum digunakan dalam membagi keragaman daya tarik wisata adalah :

  1. Atraksi Alam yaitu memanfaatkan daya tarik bentukan dan lingkungan alam diantaranya 1) Iklim seperti wisata bunga sakura di Jepang saat musim semi, wisata musim dingin di Eropa, dll. 2) Pemandangan yang indah seperti pemandangan lanskap pantai Tanjung Ann, Lombok, dll 3) Pantai dan Laut seperti  Tanjung Benoa, Nusa Dua, dll. 4) Bentukan Alam Spesifik seperti gua, sumber air panas, aktivitas gunung berapi, dll. 5) Flora dan Fauna seperti pelestarian insitu Bunga Raflesia arnoldi di Bengkulu, dll. 6) Kawasan Konservasi dan Taman Nasional seperti Taman Nasioanal Ujung Kulon, dll. 7) Wisata Kesehatan seperti SPA sumber air panas, Apotek hidup, dll.
  2. Atraksi Budaya yaitu memanfaatkan daya tarik budaya diantaranya 1) Situs Budaya, Sejarah, Arkeologi seperti  Cagar Budaya, dll. 2) Seni dan Kerajinan Tangan  seperti atraksi tarian tradisional, lukisan, patung, dll. 3) Aktivitas Ekonomi seperti perkebunan hidroponik, rumah kaca, industri bahan baku dll. 4) Areal Perkotaan seperti fasilitas perbelanjaan, arsitektur modern, dll. 5) Museum dan Fasilitas Kebudayaan seperti museum Geologi, museum Barli, dll. 6) Festival Budaya seperti upacara adat tradisional, makanan, tarian, dll. 7) Keramahtamahan Penduduk Lokal seperti wisata kampung Naga, dll.
  3. Atraksi Khusus yaitu memanfaatkan daya tarik khusus diantaranya 1) Taman Hiburan (Theme Park), 2) Aktivitas berbelanja, 3) MICE, 4) Hiburan (Entertainment), 5) Rekreasi dan Olah raga.
  4. Atraksi minat Khusus yaitu memanfaatkan dasar minat dan motivasi khusus dari wisatawan seperti Arung Jeram, Rafting, Mendaki Gunung, dll.

E. Tingkatan Produk Wisata

Menurut Kotler (2003) Produk wisata memiliki 4 tingkatan

  1. Produk Inti (Core Product) merupakan produk utama yang ingin dibeli konsumen. Produk utama dianggap sebagai paket pelayanan terpadu karena sulit memisahkan antara produk fisik dan pelayanannya. Yang termasuk produk inti yaitu destinasi/atraksi wisata.
  2. Produk Penunjang (Facilitating Product) merupakan keseluruhan produk yang menunjang keberlangsungan produk inti diantaranya aksesibilias yang tersedia 24 jam, mushola, restoran, toilet. Contoh lain produk penunjang di hotel diantaranya pelayanan chek in-out, telepon, valet service, dll.
  3. Produk Pendukung (Supporting Product) merupakan produk yang memiliki fungsi untuk meningkatkan nilai produk inti sehingga membedakan dengan produk pesaing. Contoh produk pendukung di hotel adalah pelayanan room service, sedangkan di destinasi contohnya adalah atraksi berkuda di gunung bromo, souvenir, dll.
  4. Produk Tambahan (Ougmented Product) merupakan keseluruhan produk yang dirasakan oleh wisatawan seperti suasana, hospitality, interaksi konsumen dengan konsumen lainnya. Contohnya adalah sensasi memasak sendiri makanan yang dibelinya sendiri di restoran Jepang atau Korea, udara sejuk di Gunung Tangkuban Parahu, dll.

F. Sumber Informasi Produk Wisata

  1. Sumber informasi primer ---> informasi berasal dari industri atau pelaku bisnis produk wisata
  2. Sumber informasi sekunder ---> informasi diperoleh melalui literasi online (jelajah internet) dan offline (buku, katalog, dll) ataupun melalui media elektronik dan non elektronik.

G. Kebutuhan Pelanggan akan produk wisata

  1. Kebutuhan Fisik --> makan, minum, istirahat, tidur, mobilitas, dll.
  2. Kebutuhan Psikologi --> senang, nyaman, aman, bahagia, dll

H. Karakter Produk Wisata

  1. Tidak dapat dipindahkan
  2. Tidak memerlukan perantara untuk memperoleh kepuasan pelanggan
  3. Tidak dapat disimpan
  4. Tidak dapat dicoba ataupun dicicipi
  5. Sangat tergantung dari faktor manusia
  6. Memiliki tingkat resiko dalam hal investasi
  7. Tidak memiliki standar/ukuran yang objektif dalam menilai suatu produk
  8. Sangat dipengaruhi oleh faktor non ekonomis

 

MICE-2 (Informasi teknologi MICE dan pemanfaatannya)

Penerapan teknologi informasi dan komunikasi seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi dan komunikasi, semakin dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan dalam menunjang kegiatan usahanya khususnya dalam bidang pariwisata. Secara umum istilah teknologi informasi lebih dikenal dengan istilah komputerisasi. Proses komputerisasi mulai dari input data, proses data, menyimpan data dan mendistribusikan data, semuanya dilakukan oleh komputer secara otomatis dan tidak lagi dikerjakan secara manual.

Pengelolaan bisnis yang semakin cepat, menuntut komunikasi yang lebih cepat, baik berupa suara, data, gambar dn informasi, guna mempertahankan pelanggan, pemasok dan bahkan dalam menghadapi persaingan.

Sumber informasi MICE :

  1. Data komputer termasuk internet
  2. Berdiskusi dengan ahli bidang MICE
  3. Asosiasi dan organisasi terkait
  4. Jurnal
  5. Seminar
  6. Organisasi Internasional untuk standarisasi
  7. Dokumen peraturan perundang-undangan berhubungan dengan MICE
  8. Bekerjasama dengan kolega dan suplier
  9. Media cetak dan media elektronik
  10. Hasil observasi dan pengalaman pribadi
  11. Buku referensi
  12. Tempat kursus

Teknologi dalam bidang MICE

  1. Website ( Wiki, Application Express, Blogs, e-commers, Kaskus, Quora, dll)
  2. Audio & Video (Video Conference, Teleconference, G-meeting, Zoom, dll)
  3. Social Media (Fb, Linkend, Twitter, Ig, Flickr, Youtube, dll)
  4. Social Software (Whatssapp, LINE, BBM, dll)

Kegunaan Teknologi dalam bidang MICE

  1. Beralihnya sistem dari manual ke otomatis
  2. Berkurangnya biaya untuk tenaga kerja, kertas (papperless), alat tulis, dan komunikasi.
  3. Waktu pengerjaan tugas lebih cepat
  4. Pengambilan keputusan lebih cepat
  5. Berkurangnya biaya promosi dan pemasaran melalui website
  6. Teknologi mengintegrasikan data yang ada dalam komponen MICE
  7. Informasi lebih cepat dan jangkauan lebih luas

MICE -1 (Informasi Produk & Layanan MICE)

 Event atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai Perhelatan, Hajat, atau upacara. Pada perkembangannya industri event mengalami perubahan drastis. Kegiatan – kegiatan perhelatan mulai bergeser, tidak lagi dilakukan di rumah akan tetapi sudah mulai dilakukan di hotel, resort, restoran, auditorium dan sebagainya.

Elemen yang diperlukan dalam sebuah Event yaitu :

  1. Tujuan Event
  2. Tema Event
  3. Data terkait event meliputi event sejenis atau event sebelumnya
  4. Perkembangan market/pasar terkait event sejenis
  5. Perkembangan teknologi

Ruang Lingkup Event :

  1. Bisnis/corporate
  2. Entertainment dan leasure
  3. Exhibition expetition
  4. Pameran
  5. Festival
  6. Meeting & Convention
  7. Kompetisi Olahraga
  8. Seni
  9. Seminar
  10. Workshop

Menurut Pendit (1999:25), MICE diartikan sebagai wisata Konvensi dengan batasan: Usaha Jasa Konvensi, Perjalanan Insentif, dan Pameran. Merupakan usaha dengan kegiatan memberikan jasa pelayananan bagi suatu pertemuan sekelompok orang ( negarawan, usahawan, cendikiawan dsb) untuk membahas masalah – masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.

Sedangkan Menurut kesrul (2004:3), MICE sebagai suatu kegiatan kepariwisatawan yang aktifitasnya merupakan perbaduan Leisure dan bisnis, bisaanya melibatkan sekelompok orang secara bersama – sama, rangkaian kegiatannya dalam bentuk meetings, incentives travels, conventions, congresses, conference dan Exhibition

Pada perkembangannya huruf “E” dalam MICE banyak merkembang menjadi “Event” dimana tidak hanya pameran akan tetapi lebih kepada yang bersifat hiburan atau Entertainment, bisa saja berupa, namun tidak terbatas pada:

  • Pameran
  • Pementasan sendra tari
  • Konser musik baik modern maupun traditional
  • Pementasan seni budaya
  • Promotor (olah raga atau pentas seni)

Dunia MICE memiliki multiplier effect yang sangat besar. Sangat banyak lapangan pekerjaan yang tercipta dari adanya event MICE di suatu negara. Puluhan roda industri di dunia akan berputar dengan baik karena ada event MICE. Pihak pihak yang akan mendapat keuntungan dari event MICE antara lain:

  • Professional Exhibition Organizer (PEO),
  • Professional Conference Organizer (PCO),
  • Stan Kontraktor,
  • Freight Forwarder,
  • Supplier,
  • Florist,
  • Event Organizer,
  • Hall Owner,
  • Tenaga kerja musiman
  • Percetakan
  • Transportasi
  • Biro Perjalanan Wisata (BPW)
  • Agen Perjalanan Wisata (APW)
  • Perusahaan Souvenir
  • Hotel
  • UKM

Sumber : Mahardika Pramuji, Dika.2017. Modul Diklat Guru Pembelajar Kompetensi Keahlian UPW. P4TK Bispar

 

BESARAN FISIKA DALAM BIDANG PARIWISATA

 Besaran dan Satuan

Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur, memiliki nilai besaran (besar) dan memiliki satuan. Sebagai contoh Jojo membeli telur sebanyak 1 kg, berdasarkan contoh tersebut telur 1 kg menunjukkan bahwa telur menunjukkan massa dan kg menunjukkan sebagai satuannya. Besaran terdiri dari 2 jenis yaitu besaran pokok dan besaran turunan.

Besaran Pokok

Besaran pokok merupakan besaran yang satuannya telah ditentukan/ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan hasil konvensi dari para ilmuwan, setiap besaran berdiri sendiri dan tidak terikat terhadap besaran pokok yang lainnya. Besaran pokok ada 7 yaitu Panjang, Massa, Waktu, Kuat Arus Listrik, Suhu, Intensitas Cahaya, Jumlah zat.

Nama  Besaran Pokok

Satuan (SI)

Lambang Satuan

1.      Panjang

Meter

m

2.      Massa

Kilogram

kg

3.      Waktu

Sekon

s

4.      Suhu

Kelvin

K

5.      Kuat Arus

Ampere

A

6.      Intensitas Cahaya

Candela

Cd

7.      Jumlah Zat

Mol

mol

Besaran Turunan

Besaran turunan adalah besaran yang satuannya merupakan turunan dari besaran pokok. Sebagai contoh kecepatan terdiri dari besaran panjang dan waktu sehingga satuannya adalah m dan s.

Nama  Besaran Turunan Satuan Dasar Lambang Satuan
1.      Kecepatan

m/s

v

2.      Daya

Kg.m2/s2

W

3.      Energi

Kg.m2/s2

J

4.      Tekanan

Kg/m.s2

P

5.      Muatan Listrik

A.s

Q

6.      Luas

m2

A

7.      Gaya

Kg.m/s2

F

8.      Percepatan

m/s2

a

Dimensi

Pengertian dimensi adalah cara membuktikan bahwa besaran itu tersusun dari besaran pokok.

Contoh dimensi besaran pokok adalah sebagai berikut

Besaran Pokok --------  Satuan --------- Dimensi

Panjang                          m                     L

Massa                             Kg                   M

Waktu                             s                       T

Kuat Arus Listrik           A                       I

Suhu                               K                      θ

Intensitas Cahaya           Cd                     J

Jumlah Zat                      mol                  N

Kunci pada besaran turunan adalah kita harus mengetahui tiga besaran pokok, yaitu panjang, massa, dan waktu.

Contoh dimensi luas adalah Satuan luas adalah m2, sedangkan meter adalah satuan dari besaran panjang. jadi dimensi panjang adalah L sehingga dimensi luas adalah L2.

Praktek Besaran Fisika dalam bidang pariwisata diantaranya salah satu contohnya adalah Pengukuran jarak wisata sederhana.

Alat dan Bahan

  1. Peta
  2. Penggaris
  3. Benang
  4. Gunting

Cara Kerja :

  1. Siapkan peta Jawa Barat serta alat dan bahan yang diperlukan
  2. Tentukan titik keberangkatan di Kota Bandung kemudian bentangkan benang dari titik keberangkatan ke titik tujuan melalui jalan arteri disesuaikan dengan lekukan-lekukan yang dilalui oleh benang (penentuan jalan arteri lihat di legenda untuk warna atau garisnya)
  3. Guntinglah benang di titik tujuan
  4. Ukurkan potongan benang yang telah digunting menggunakan penggaris atau meteran lalu tuliskan dalam tabel hasil pengamatan (panjang benang)
  5. Hitunglah jarak sebenarnya dari percobaan tersebut sesuai dengan rumus yang diberikan.

Tabel Hasil Perhitungan

Dibuat dengan memuat kolom Nomor, Kota Keberangkatan, Kota Tujuan, Panjang Benang, Skala, dan Jarak Sebenarnya.

Misalnya diperoleh dari  hasil pengukuran benang 2 cm, dan skala 1 : 2.000.000 maka menghitung jarak sebenarnya adalah :

JS =(jarak benang x skala)/100.000

= (2 cm x 2.000.000)/ 100.000

= 4.000.000 / 100.000

= 40 KM

MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA

 Makhluk hidup merupakan makhluk yang memiliki ciri-ciri kehidupan diantaranya :

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

  1. Bernafas

Bernapas adalah ciri-ciri makhluk hidup yang paling umum dan yang paling utama. Bernapas adalah proses menghirup dan mengeluarkan. Seluruh makhluk hidup pasti bernapas, karena itu adalah salah satu cara untuk bertahan hidup. Meskipun tidak semua makhluk hidup bernapas dengan cara yang sama.

Proses bernapas akan melibatkan oksigen dan karbondioksida. Bagi manusia, mereka bernapas dengan menggunakan hidung. Menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dengan beberapa proses. Tubuh akan mengalami oksidasi biologi, terjadi pada sel-sel tubuh yang butuh oksigen. Proses tersebut akan menghasilkan karbondioksida karena terjadi proses pembakaran zat makanan oleh oksigen. Organ tubuh yang berperan untuk pernapasan adalah paru-paru.

Pada tumbuhan, proses bernapas dinamakan dengan proses fotosintesis. Pada proses fotosintesis, karbondioksida akan diolah bersamaan dengan air dan sinar matahari. Proses tersebut berlangsung di stomata. Akan ada glukosa padat yang dikonsumsi oleh tumbuhan dari proses itu. Setelah itu oksigen akan dikeluarkan oleh tumbuhan melalui stomata.

  • Memerlukan Nutrisi

Ciri-ciri makhluk hidup selanjutnya adalah membutuhkan sebuah nutrisi. Setiap makhluk hidup pasti membutuhkan nutrisi. Nutrisi dari luar tubuh yang masuk ke dalam tubuh akan diolah dan diproses di dalam tubuh. Pengolahan tersebut akan menghasilkan zat-zat yang nantinya akan digunakan oleh tubuh. Setelah itu akan dihasilkan sebuah energi atau tenaga supaya tubuh bisa bekerja secara semestinya.

Nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh meliputi makanan dan minuman. Minuman juga memiliki peran penting dalam perolehan nutrisi. Minuman atau air akan digunakan tubuh untuk zat pelarut di dalam tubuh.

Bagi manusia dan hewan, mereka tidak bisa menghasilkan makanan sendiri melalui tubuh. Akan tetapi, berbeda dengan tumbuhan. Tumbuhan bisa menghasilkan makanan melalui tubuhnya sendiri.

  • Bergerak

Bergerak yang dimaksud pada ciri-ciri tumbuhan adalah bukan berarti berpindah-pindah tempat, atau melakukan mobilitas. Hewan dan manusia memiliki sistem gerak. Seperti otot, sendi, dan tulang yang bisa digunakan untuk bergerak.Hewan dan manusia menggunakannya untuk bergerak seperti berjalan dan berlari. Berbeda dengan tumbuhan, tumbuhan bergerak atas reaksi terhadap lingkungan.

Gerak yang terjadi pada tumbuhan pun hanya terjadi pada beberapa bagiannya saja, yaitu terbatas. Contohnya seperti gerak pada bunga dari kuncup menjadi mekar, ketika tumbuhan bergerak mencari air atau sinar matahari. Ada beberapa jenis gerak pada tumbuhan, yaitu Gerakan taksis, Gerak nasti, dan Gerakan tropisme. Gerakan-gerakan tersebut terjadi karena adanya reaksi hormone pada tumbuhan, contohnya seperti hormone auksin.

  • Iritabilita

Ciri-ciri makhluk hidup juga akan bereaksi pada rangsang. Dalam hal ini makhluk hidup memiliki nervous system. Ini adalah kemungkinan makhluk hidup ketika merasakan sesuatu saat terjadi suatu perubahan yang ada di lingkungan.

Setiap makhluk hidup pasti bisa menanggapi atau menerima suatu rangsangan. Rangsangan yang dapat dirasakan oleh makhluk hidup seperti bunyi, cahaya, rasa, sentuhan, bau, dan lain-lain.

Reaksi pada rangsangan yang dapat dirasakan oleh hewan dan tumbuhan terjadi karena memiliki sebuah sistem khusus. Sistem tersebut ialah sistem saraf, sistem hormon, sistem otot dan sistem indra. Hal tersebut membuat hewan dan manusia dapat mendengar, mencium, melihat, menyentuh atau meraba, dan dapat merasakan sebuah rasa. Berbeda dengan tumbuhan. Tumbuhan tidak memiliki sistem-sistem yang ada pada hewan dan manusia. Akan tetapi, tubuhan tetap bida mereaksi pada rangsangan. Seperti ketika adanya cahaya matahari, gaya Tarik bumi, sentuhan, keberadaan zat kimia dan air.

  • Tumbuh dan Berkembang

Ciri-ciri selanjutnya yang ada pada makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Setiap makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dan hewan terjadi hampir memiliki kemiripan. Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi meliputi bertumbuhnya dan perkembangan tubuh. Seperti bertambahnya tinggi badan manusia dan hewan, bertambahnya berat badan, volume, dan lain-lain.

Pada hewan dan manusia pertumbuhan dan perkembangan tidak terjadi secara terus menerus, suatu saat dapat berhenti. Sedangkan pertumbuhan pada tumbuhan tidak terbatas. Selama tumbuhan masih hidup, maka pertumbuhan dan perkembangan akan terus terjadi.

Pada manusia dan hewan, pertumbuhan dimulai ketika masih menjadi janin. Janin akan keluar sehingga mengalami perkembangan dan pertumbuhan sedikit demi sedikit. Sedangkan pada tumbuhan berbeda. Perkembangan dan pertumbuhan tumbuhan dimulai ketika tumbuhan masih menjadi benih. Kemudian tumbuh dan berkembang hingga tumbuhan tersebut mati.

  • Reproduksi

Setiap makhluk hidup mengalami reproduksi sehingga dapat berkembang biak. Cara berkembang biak pada setiap makhluk hidup berbeda. Manusia berkembang biak hanya secara beranak. Akan tetapi, hewan berkembang biak melalui beberapa cara. Cara-cara tersebut antara lain beranak, bertelur, membelah diri, beranak dan bertelur dan lain-lain.

Proses yang terjadi pada tumbuhan dapat berlangsung secara vegetatif (tidak kawin) dan generatif (kawin). Contoh secara vegetatif adalah melalui tunas, umbi, geragih, akar tinggal, spora, atau membelah diri. Sedangkan contoh secara generatif melalui proses penyerbukan.

  • Mengeluarkan zat sisa

Seluruh makhluk hidup akan mengeluarkan zat-zat sisa yang ada di dalam tubuh. Ketika tubuh sudah mendapatkan nutrisi dan sudah diproses maka akan menghasilkan zat-zat untuk tubuh. Zat-zat yang sudah tidak terpakai akan dikeluarkan oleh tubuh. Zat-zat tersebut ada yang memiliki racun.

Hewan dan manusia memiliki cara yang sama untuk mengeluarkan zat-zat sisa. Zat sisa tersebut dikeluarkan secara dalam bentuk gas, zat cair, dan zat padat. Berbeda dengan tumbuhan. Tumbuhan mengeluarkan zat sisa melalui stomata.

  • Beradaptasi

Ciri-ciri selanjutnya yaitu makhluk hidup akan beradaptasi. Setiap makhluk hidup harus bisa beradaptasi terhadap lingkungannya. Adaptasi adalah proses penyesuaian diri. Proses ini diperlukan untuk menjaga keseimbangan sekaligus bertahan hidup.

Ketika makhluk hidup tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya, ia harus berpindah tempat. Berpindah ke tempat lain untuk beradaptasi. Jika makhluk hidup tersebut tidak berpindah tempat tetapi tidak dapat beradaptasi juga, maka ia akan mati.

KOMPONEN BIOTIK

Komponen biotik terbagi menjadi produsen, konsumen, detritivore, dan dekomposer atau pengurai.

1. Produses (Autotrof)

Produsen adalah kelompok makhluk hidup yang mampu menghasilkan makanannya sendiri. Tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri lewat proses fotosintesis karena tumbuhan memiliki klorofil dan bisa mendapatkan karbondioksida, air, dan sinar matahari sebagai syarat melakukan fotosintesis.

2. Konsumen (Heterotrof)

Konsumen adalah kelompok makhluk hidup yang tidak dapat menghasilkan makanannya sendiri dan bergantung pada organisme lain sebagai bahan makanan. Terdapat 3 jenis konsumen berdasarkan dari sumber makanan yang dikonsumsi antara lain yaitu:

  1. Karnivora, yaitu organisme yang sumber makannya adalah daging organisme lain. Contoh karnivora adalah singa, harimau, buaya, serigala, dan hiu.
  2. Herbivora, yaitu organisme yang sumber makanannya adalah daun atau tumbuhan. Contoh herbivora adalah sapi, kambing, kerbau, rusa, zebra, dan jerapah.
  3. Omnivora, yaitu organisme yang sumber makanannya bisa berasal dari tumbuhan atau daging organisme lain. Contoh omnivora yaitu babi, tikus, bebek, dan ayam.

3. Detritivor

Detritivor atau pemakan bangkai adalah organisme heterotrof yang memperoleh energi dengan cara memakan sisa-sisa makhluk hidup. Dengan begitu, mereka merupakan pengurai dan berkontribusi dalam siklus hara. Detritivor mempunyai peran penting dalam ekosistem karena mereka membantu menguraikan zat organik menjadi zat anorganik untuk kemudian lagi diolah lagi oleh produsen. 

Jadi hewan detritivor adalah hewan yang memperoleh energi dengan cara memakan sisa-sisa makhluk hidup, bisa berupa kotoran atau tubuh makhluk hidup yang sudah mati.

Contoh Hewan Detritivor

  1. Cacing tanah
  2. belatung
  3. rayap
  4. kelabang
  5. Burung nazar atau burung pemakan bangkai
  6. Teripang
  7. kaki 1000
  8. Kumbang kotoran

4. Pengurai (Dekomposer)

Pengurai atau dekomposer adalah kelompok organisme yang menguraikan sisa-sisa makhluk hidup lainnya yang telah mati untuk dijadikan mineral dan unsur hara tanah. Contoh pengurai yaitu bakteri, jamur, dan cacing tanah.

Interaksi antar Komponen Biotik

1. Simbiosis

Jenis interaksi dalam ekosistem yang pertama adalah simbiosis. Simbiosis adalah hubungan yang terjadi antara 2 organisme. Simbiosis itu sendiri dibagi menjadi 3, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme.

Simbiosis mutualisme adalah hubungan yang saling menguntungkan antara individu yang terlibat. Contohnya antara lebah dan bunga. Lebah akan mendapatkan nektar dari bunga sekaligus menjadi agen penyerbukan bagi bunga. Contoh lain dari simbiosis mutualisme adalah hubungan antara anemon dengan ikan badut. Ikan badut diuntungkan karena sengat anemon akan melindungi dari predator, sedangkan anemon diuntungkan karena ikan badut akan memangsa hewan invertebrata yang merupakan predatornya.

Berbeda dengan simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme adalah hubungan yang terjadi ketika satu individu diuntungkan, tetapi individu yang lain tidak merasa dirugikan atau diuntungkan. Wah, ada, ya simbiosis seperti itu? Ada dong, contohnya ikan remora dan ikan hiu.

Lanjuut, jenis simbiosis yang terakhir adalah simbiosis parasitisme. Simbiosis parasitisme adalah simbiosis yang menguntungkan salah satu pihak, sedangkan pihak lainnya dirugikan. Contohnya antara lain benalu dan inangnya. Benalu akan mengambil nutrisi dan air langsung dari pembuluh inangnya, sedangkan inangnya dirugikan karena kehilangan sebagian air dan nutrisi.

2. Kompetisi

Jenis interaksi selanjutnya adalah kompetisi. Hayo, siapa yang suka mengikuti beragam kompetisi baik di sekolah maupun di luar sekolah? Di dalam sebuah ekosistem juga terdapat kompetisi, lho! Kompetisi merupakan persaingan yang terjadi di antara 2 spesies.

ompetisi dibagi menjadi 2, yaitu intraspesies dan interspesies. Wah, apa bedanya, ya? Intraspesies adalah persaingan antara 2 spesies yang sama, misalnya kompetisi antar kuda nil untuk memperoleh pasangan. Sedangkan interspesies adalah persaingan antara 2 spesies yang berbeda, misalnya cheetah dan hyena yang memperebutkan mangsa yang sama.

3. Alelopati

Alelopati berasal dari bahasa Yunani allelon yang berarti "satu sama lain" dan pathos yang berarti "menderita". Alelopati didefinisikan sebagai suatu fenomena alam dimana suatu organisme memproduksi dan mengeluarkan suatu senyawa biomolekul (disebut alelokimia) ke lingkungan dan senyawa tersebut memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan organisme lain di sekitarnya. Sebagian alelopati terjadi pada tumbuhan dan dapat mengakibatkan tumbuhan di sekitar penghasil alelopati tidak dapat tumbuh atau mati, contoh tanaman alelopati adala Ekaliptus (Eucalyptus spp.). Hal ini dilakukan untuk memenangkan kompetisi nutrisi dengan tanaman lain yang berbeda jenis/spesies.

3. Predasi

Apakah kamu tahu apa yang dimaksud dengan predasi? Predasi adalah interaksi antara pemangsa dan mangsanya. Contohnya itu kaya cheetah yang memangsa rusa, atau singa yang memanga zebra.

4. Rantai Makanan

Jenis interaksi yang selanjutnya adalah rantai makanan. Kamu sudah pernah dengar tentang rantai makanan sebelumnya? Yap, rantai makanan adalah jalur pemindahan atau transfer energi dari satu organisme ke organisme lain yang berbeda tingkatan trofiknya melalui peristiwa makan dan dimakan.

Pada rantai makanan, terdapat produsen, konsumen I, konsumen II, dan konsumen III. Alur pada rantai makanan bergerak secara linear dari produsen ke konsumen teratas.

5. Jaring-Jaring Makanan

Apa bedanya sih rantai makanan dengan jaring-jaring makanan? Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari beberapa rantai makanan yang saling bersinggungan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa jaring-jaring makanan merupakan rantai makanan yang jauh lebih kompleks. Organisme yang terlibat dalam sebuah jaring-jaring makanan juga memiliki lebih banyak pilihan makanan dibanding organisme yang ada pada rantai makanan

Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem

Satuan makhluk hidup dalam ekosistem meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan biosfer.

  1. Individu yaitu makhluk hidup tunggal. Contohnya seorang manusia, seekor ikan, sebuah pohon mangga, seekor semut, seekor kucing, dan seekor ayam.
  2. Populasi yaitu sekolompok individu sejenis yang menempati daerah tertentu. Contohnya sekumpulan bunga mawar di kebun bunga, sekelompok ayam di pekarangan, sekelompok orang harimau di hutan, dan sekelompok semut di dinding.
  3. Komunitas yaitu kumpulan beberapa populasi yang berbeda tetapi mempunyai hubungan saling berinteraksi satu sama lain pada waktu dan daerah tertentu. Contohnya komunitas terumbu karang di laut, populasi kambing dengan populasi rumput.
  4. Ekosistem yaitu interaksi yang terbentuk antara makhluk hidup (komponen biotik) dengan benda tak hidup (komponen abiotik). Contohnya ekosistem sungai, ekosistem hutan, ekosistem danau, dan ekosistem laut.
  5. Bioma yaitu ekosistem besar yang terbentuk karena perbedaan letak geografis dan astronomis dengan flora dan fauna yang khas. Contohnya hutan hujan tropis, taiga, padang rumput, sabana, gurun, dan tundra.

Ciri-Ciri Bioma

  • Terbentuk antara interaksi unsur-unsur lingkungan, seperti iklim, air, tanah, dan organisme yang hidup di daerah tersebut.
  • Merupakan komunitas klimaks, yakni kumpulan berbagai macam populasi.
  • Komunitas tersebut menandakan bahwa terdapat suatu vegetasi utama yang mendominasi.
  • Merupakan komunitas yang cukup stabil, kecuali jika terjadi suatu peristiwa yang berpotensi mengganggu stabilitas komunitas.
  • Dapat dikenali dengan mudah berdasarkan vegetasi dominan.
  • Penamaan bioma umumnya didasarkan pada vegetasi yang mendominasi daerah tersebut.
  1. Biosfer yaitu bagian luar dari bumi yang mencakup udara, daratan, serta air yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Biosfer juga dapat diartikan sebagai kumpulan semua ekosistem yang ada di bumi.

Macam-Macam Ekosistem

Menurut proses terbentuknya ekosistem dapat dibagi menjadi dua yaitu ekosistem buatan dan ekosistem alam.

  1. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang terbentuk karena adanya campur tangan manusia (sengaja dibuat oleh manusia). Contohnya ekosistem akuarium, ekosistem sawah, ekosistem ladang, ekosistem waduk, dan ekosistem kolam ikan.
  2. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alami tanpa ada campur tangan dari manusia. Contohnya padang rumput, gurun pasir, laut, danau, dan hutan.

Jenis Ekosistem

  1. Ekosistem Perairan

Ekosistem perairan tentunya merupakan lingkungan yang didominasi oleh perairan. Cahaya matahari yang masuk dapat memengaruhi ekosistem ini. Ekosistem perairan ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu ekosistem perairan tawar dan laut.

Air tawar merupakan perairan yang memiliki konsentrasi garam yang rendah atau kurang dari 1%. Ekosistem air tawar meliputi danau, sungai, dan rawa-rawa. Danau atau kolam merupakan perairan tawar yang memiliki luasan tertentu. Sementara sungai adalah badan air yang mengalir dari hulu ke hilir. Kemudian, rawa-rawa sendiri merupakan genangan air yang mendukung kehidupan tanaman-tanaman air.  

Air laut mendominasi permukaan bumi hingga 75%. Sumber air yang ada di bumi 97% berasal dari laut. Ekosistem laut terdiri dari lautan dan estuari. Lautan adalah ekosistem terbesar yang ada dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Bioma estuari merupakan perairan payau yang terbentuk akibat percampuran air laut dan air tawar.   

Garis pantai di Indonesia yang begitu panjang membutuhkan perhatian khusus demi kelangsungan ekosistem laut dan pantai. Ancaman pada ekosistem laut, pesisir dan pulau-pulau kecil dalam wilayah segitiga karang dunia tentu harus diperhatikan oleh negara. Ekosistem laut di dekat pantai contohnya adalah terumbu karang, plankton, tanaman pinggir pantai, kepiting.

2. Ekosistem Daratan

Ekosistem adalah keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam. Oleh karena itu, ekosistem darat ini adalah keanekaragaman yang ada pada alam darat. Ekosistem ini biasanya dipengaruhi oleh suhu dan curah hujan.

Contohnya seperti hutan hujan tropis, hutan sabana, pegunungan, hingga gurun. Dilintasi garis khatulistiwa membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang dianugerahi hutan hujan tropis yang subur. Bukan sebatas flora, faunanya pun juga beragam. Itulah sebabnya Indonesia kerap menjadi sentra biodiversitas dunia. Hutan hujan banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Hutan sabana terletak pada daerah yang beriklim tropis. Di Indonesia hutan sabana terdapat di Nusa Tenggara Timur dan Papua. Ekosistem ini didominasi oleh rumput dengan semak-semak akasia. Curah hujan yang ada di sabana berkisar antara 95 hingga 150 cm per tahun. Jenis hewan yang hidup di sabana antara lain gajah, kuda, macan tutul, singa, atau jenis- jenis hewan pengerat.

Ekosistem pegunungan di Indonesia merupakan kawasan yang memiliki karakteristik yang khas, ditandai oleh ketinggian dari permukaan laut (dpl) yang besar, memberikan suhu yang sejuk, lereng yang curam, curah hujan yang relatif tinggi, dan rawan bencana terutama longsor dan letusan gunungapi.

Sebagian besar kawasan pegunungan memiliki ekosistem yang khas dan kemudian dikonservasikan dalam berbagai bentuk kawasan lindung seperti Taman Nasional, Hutan Lindung, dan Kawasan Rawan Bencana serta kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS).


3. Ekosistem Buatan


Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungan hidupnya yang saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik. Selain ekosistem alami, macam-macam ekosistem selanjutnya adalah ekosistem buatan.

Berbeda dengan ekosistem alami, ekosistem buatan merupakan suatu ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar. Contoh ekosistem buatan yaitu, bendungan, hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus, sawah tadah hujan, sawah irigasi, perkebunan sawit, ekosistem pemukiman seperti kota dan desa, serta ekosistem ruang angkasa.