A. Pembelajaran Sosial & Emosional (PSE)
Pembelajaran Sosial & Emosional (PSE) adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah dan memungkinkan anak-anak serta orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional sehingga mampu untuk :
- Memahami, menghayati, dan mengelola emosi (kesadaran diri)
- Menetapkan dan mencapat tujuan positif (Manajemen Diri)
- Merasakan dan menunjukan empati kepada orang lain (Kesadaran Sosial)
- Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (Kesadaran Sosial)
- Membuat Keputusan yang bertanggungjawab (pengambilan keputusan yang bertanggungjawab)
Kelima komponen tersebut di atas merupakan dikenal sebagai Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE).
Menurut Collaborative for Academic, Sosial, & Emotional Learning (CASEL) yang merupakan sebuah organisasi nirlaba yang ditujukan bagi siswa dan pendidik untuk mencapai hasil positif bagi siswa sekoalh dasar dan menengah, KSE melibatkan 5 kompensi yang dapat diterapkan di ruang kelas, di rumah dan dikomunitas siswa.
B. MINDFULLNESS
Kesadaran penuh (Mindfullness) sebagai penguatan dasar dalam penerapan lima (5) Kompetensi Sosial & Emosional. Kesadaran penuh itu sendiri dapat diartikan sebagai kesadaran yang muncul ketika seseorang memberikan perhatian secara sengaja/sadar pada kondisi saat sekarang, dilandasi rasa ingin tahu (tanpa menghakimi) dan kebaikan (dalam Hawkins, 2017. hal.15) yang sebenarnya ada pada diri manusia secara alami tanpa dipelajari akan tetapi terkadang pikiran kita yang sulit dikendalikan sehingga kesadaran penuh dapat meminimalkan hambatan-hambatan yang dialami.
Teknik kesadaran penuh dapat menggunakan teknik STOP yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja tanpa peralatan apapun.
S - STOP (berhenti sejenak dari aktivitas yang dilakukan)
T - Take a deep breath (Ambil Nafas dalam-dalam)
O - Observe (Amati dan rasakan sensasi tubuh perasaan, pikiran, lingkungan sekitar)
P - Procced (Melanjutkan aktivitas)
C. Implementasi PSE dalam di Kelas dan Sekolah
Pembelajaran Sosial & Emosional tentunya pernah kita lakukan baik di kelas ataupun di lingkungan sekolah secara luas bahkan di rumah ataupun di lingkungan masyarakat sekitar kita. Dalam proses pembelajaran di kelas pengembangan KSE dimulai dari saat kita mengkodisikan siswa secara psikologis dan berdo'a sebelum belajar agar dapat memunculkan kesadaran diri dari siswa untuk memahami kebutuhan mereka pada saat itu. Dalam rentang waktu pembelajaran anak berdiskusi di kelas baik mengatasnamakan diri sendiri ataupun kelompok maka para siswa dilatih untuk melakukan manajemen diri untuk mengontrol emosi dalam berpendapat serta melatih empati terhadap orang lain yang secara tidak disadari dapat menumbuhkan kesadaran sosial serta melalukan negosiasi antar kelompok saat berdikusi dapat melatih keterampilan berelasi dan tentunya presentasi yang dilakukan oleh siswa terhadap hasil analisis yang dilakukan merupakan bentuk latihan dalam menumbuhkan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab. Begitupun ketika kita di keluarga dengan aktivitas musyarawah dalam menentukan arah liburan ataupun di masyarakat saat memimpin rapat dalam organisasi karangtaruna.
D. REFLEKSI (4f)
Refleksi dari implementasi yang telah dilakukan untuk pengembangan PSE diantaranya
1. Peristiwa
Dalam pengimplementasian KSE dalam pembelajaran yang terlihat adalah bagaimana proses pembelajaran yang dirancang menggunakan pemahaman KSE dapat lebih membangun kepercayaan diri dari para siswa untuk berkonstribusi secara penuh ataupun sebagian selama proses pembelajaran dan muncul karakter-karakter unik ataupun kemampuan lain yang muncul dan tidak diprediksikan sebelumnya. Proses pembelajaran relatif lebih hidup dan para siswa merasa mampu menempatkan diri sesuai dengan posisi dalam kelasnya atau kelompoknya saat berdiksusi.
2. Perasaan
Pada proses pembelajaran dengan perencanaan menggunakan KSE dapat dirasakan lebih tenang dan memudahkan serta lebih terarah dalam menerapkan titik berat pengembangan kompetensi siswa khususnya bagi siswa SMK yang menunjang terhadap kemampuan softskill yang diperlukan bagi para siswa untuk persiapan memasuki dunia kerja. Membuka wawasan bagi guru untuk semakin mendalami karakter unik dari setiap siswa dari segi sikap yang ditunjukan selama proses pembelajaran yang terkadang tidak muncul jika kita tidak memberikan pemantik terhadap kondisi tersebut kepada siswa.
3. Pembelajaran
Hal yang bermanfaat dari proses tersebut diantaranya :
- Semakin mengagumi kekuasaan dari Allaah SWT terhadap keberagaman manusia dalam hal ini para siswa yang beraneka ragam serta unik sekalipun siswa nampak kembar identik dari segi fisik
- Berfikir positif terhadap lingkungan sekitar kita baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam
- Kesadaran penuh (mindfullness) secara nyata dapat memberikan energi baru untuk berproses menjadi lebih baik
- Menguatkan kolaborasi sebagai sesuatu hal yang penting dan harus dilakukan dalam membangun ekosistem sekolah yang sejahtera atau wellbeing
- Semakin mendekatkan secara emosional antara guru dan siswa
4. Umpan balik
Umpan balik yang diperoleh dari implementasi pembelajaran dengan meningkatkan KSE adalah menumbuhkan kesadaran diri mengenai pentingnya belajar sepanjang hayat dengan belajar kapan saja, dimana saja, dari siapa saja dan di lingkungan mana saja. Setiap orang, setiap waktu, setiap kondisi adalah sumber belajar yang dapat memperkaya hati kita untuk lebih memahami diri sebagai makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan oranglain sehingga kita dapat menjadi seseorang yang lebih bijak dalam menyikapi masalah. Penerapan mindfulness dalam sela waktu bekerja membuat kita dapat lebih fokus dan terarah dalam menentukan proses selanjutnya.
5. Penerapan
Dalam proses pembelajaran yang harus diperbaiki adalah perencanaan dalam pembelajaran yang teintegrasi dengan beberapa point diantaranya diferensiasi pembelajaran serta penerapan KSE secara tertulis dan tentunya hal tersebut memerlukan kolaborasi bersama rekan sejawat khususnya yang tergabung dalam kelompok kerja guru pada mata pelajaran tertentu.
Pada lingkungan sekolah yang lebih luas diperlukan program berkesinambungan yang digagas bersama top manajemen di sekolah untuk penyesuaian terhadap Kurikulum Operasional Sekolah yang mengarah kepada penajaman visi dan misi sekolah itu sendiri terhadap implementasi penguatan kompetensi sosial dan emosi siswa.
Pada dasarnya keseluruhan implementasi pembelajaran sosial & emosional memberikan imbas kepada penguatan enam (6) dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis , kreatif dan berkebinekaan global.



Pembelajaran sosial dan emosional yang diterapkan sangat menginspirasi khususnya saya dalam pelaksanaan pembelajaran. Dengan PSE ini siswa dan guru dan mengolah kondisi diri agar dalam memahami sesuatu menjadi lebih tenang, bijak dan tepat sasaran.
BalasHapus.
Pembelajaran seperti ini sangat bermakna sekali baik bagi peserta didik maupun guru.
BalasHapusPeserta didik akan semakin terasah softskillsnya, kompetensi ini sangat penting dimiliki peserta didik untuk bisa masuk ke dunia kerja maupun masyarakat.
Bagi guru, pembelajaran seperti ini akan semakin memudahkan guru mengenali berbagai macam karakter unik peserta didik, sehingga guru bisa menentukan metode pembelajaran yang tepat agar mendapatkan hasil maksimal yang diharapkan.
Uraian sudah sistematis dan mudah dipahami. Semoga bisa menginspirasi pendidik lainnya bagaimana agar pembelajaran PSE bisa meningkatkan interasi siswa dengan efektif
BalasHapus