Platform merdeka mengajar sebagai aplikasi persembahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi bagi para Guru se-Indonesia untuk saling berbagi sebagai salah upaya pemerintah dalam memfasilitasi peningkatan kompetensi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Alasan memilih strategi penerapan merdeka belajar sebagai aksi nyata pada pelatihan mandiri untuk merdeka belajar tentunya tidak terlepas dari pengalaman saya selama mengajar yang menerapkan kurikulum merdeka dari awal penerapan di tahun 2021 sekolah kami ditunjuk sebagai salah satu sekolah pertama yang menerapkan kurikulum merdeka dan senantiasa mengalami perkembangan hingga saat ini.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang tertuang dalam struktur kurikulum merdeka menjadi bidikan awal bagi saya dalam mengembangkan sebuah metode pembelajaran di kelas agar tujuan dari merdeka belajar dapat tercapai yaitu mengembalikan fungsi pengajaran dengan menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran yang memiliki kodrat alam dengan bakat dan potensi yang dimiliki serta dapat dikembangkan dengan menerapkan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan lahir dan batin.
Pendidik dalam penerapan kurikulum merdeka harus memiliki kemampuan dalam memfasilitasi kemampuan dan kemauan belajar dari peserta didik serta memotivasi impian dan harapan capaian hidup mereka agar memiliki tujuan hidup yang bermakna khususnya dalam menjalankan kodratnya sebagai manusia yang memiliki keragaman akal pikiran serta tidak melepaskan fungsinya sebagai makhluk sosial dengan karakter berakhlakul karimah baik terhadap dirinya, keluarga serta lingkungan masyarakat. Sebagai langkah awal dalam membelajarkan peserta didik adalah guru sebagai pendidik mampu mengenal kelemahan dan kekuatan dalam dirinya sehingga mampu memberikan pesan yang tepat terhadap peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka.
Memerhatikan perkembangan zaman merupakan hal yang perlu diperhatikan sebagai langkah berikutnya dalam menentukan strategi dalam pengelolaan kelas yang efektif, karena perubahan zaman begitu cepat sehingga guru sebagai pendidik harus dapat menyesuaikan agar kebutuhan peserta didik dapat terpenuhi bukan hanya kebutuhan lahirnya tetapi juga batin.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka penerapan Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat dikatakan sebagai salah satu strategi yang efektif dalam penerapan merdeka belajar khususnya pada mata pelajaran Project IPAS.
Rencana penerapan strategi dalam penerapan merdeka belajar melalui implementasi penerapan P3 dapat digambarkan melalui infografis sebagai berikut :
Infografis di atas menggambarkan penerapan P3 yang diimplementasikan dalam pembelajaran Project IPAS melalui model pembelajaran dinamika kelompok. Penerapan pembelajaran ini yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dan memperoleh respon positif dari peserta didik untuk lebih memahami pembelajaran Project IPAS secara bersama-sama sesuai dengan kodratnya bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan oranglain. Hal tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap perilaku peserta didik dalam meningkatkan empati dan mengasah kemampuan kognitif peserta didik sesuai dengan tingkatan dalam taksonomi bloom secara bersama-sama.
Refleksi dari penerapan startegi ini terlebih dahulu dilaksanakan melalui kegiatan survey terhadap peserta didik pada tahun sebelumnya melalui kuisioner penerapan merdeka belajar menggunakan model pembelajaran dinamika kelompok yang diambil berdasarkan sistem sampling dengan hasil sebagai berikut :
Survey dilakukan secara sampling sebanyak 27 orang peserta didik dari 3 (tiga) kelas yaitu kelas 11 ULW 1, 11 ULW 2 dan 11 ULW 3 sebagai salah satu upaya evaluasi dan perbaikan terhadap pembelajaran pada tahun sebelumnya untuk penerapan pembelajaran tahun ini, pertanyaan survey lebih mengarah kepada kemampuan sosial dan kemampuan kognitif peserta didik yang diharapkan dapat mengasah kemampuan peserta didik dalam mengimpelementasikan penerapan P3 dalam pembelajaran secara bertahap dan diharapkan menjadi sebuah pembiasaan positif.
Hal baru yang saya peroleh dari penerapan strategi ini adalah motivasi membelajarkan peserta didik yang mejadi lebih terpacu dalam berinovasi untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan
Kendala yang dihadapi dalam penerapan strategi ini lebih kepada pengelolaan waktu dikarenakan dalam prosesnya memerlukan kontinuitas pada jam pelajaran pada durasi pembelajaran yang panjang, sementara pembagian jam mengajar ada selang waktu yang pendek sehingga diperlukan metode pendampingan lain dalam pembelajaran baik yang lebih efektif baik di luar jam pelajaran dengan kesepakatan peserta didik ataupun daring melalui interaksi blog ataupun chat grup.
Aksi nyata ini disampaikan melalui media blog dengan harapan dapat memberikan manfaaat yang seluas-luasnya bagi para pembaca dan memperoleh umpan balik yang lebih banyak dari para praktisi di dunia pendidikan.
Berdasarkan deskripsi di atas mohon agar Bapak/Ibu guru dapat menuliskan di kolom komentar untuk menjawab pertanyaan di bawah ini menurut Bapak/Ibu sebagai umpan balik dari penerapan startegi yang dilakukan
1. Bagaimana strategi yang disampaikan sesuai dengan tujuan merdeka belajar?
2. Bagaimana strategi bisa diterapkan?
3. Bagaimana kesesuaian strategi dengan target audiens?

6 strategi yang disampaikan sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ada, strategi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran baik secara khusus maupun gabungan dari beberapa strategi. Dan strategi di P5 ini sudah sangat sesuai, siswa menjadi pembelajar yang sesuai dengan kodratnya, Serta pembelajaran ini menyenangkan dan membuat siswa bahagia.
BalasHapusStrategi yang disampaikan telah sesuai dengan tujuan merdeka belajar karena strategi ini berfokus kepada kebutuhan siswa dalam pembelajaran. Dampak positif dari penerapan strategi ini adalah siswa dapat lebih terasah kemampuan emosional dan kognitifnya secara bersamaan. Keep up the good work!
BalasHapusStrategi yang dipaparkan diatas sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam kurikulum merdeka, dan benar adanya bahwa pembelajaran yang mengacu kepada penguatan profil pelajar pancasila dapat diimplementasikan terhadap semua mata pelajaran dan pemaparan di atas memberikan insight bagi saya sebagai guru pengampu mata pelajaran PAI untuk lebih mengimplementasikan hal tersebut. Sukses selalu buat IPAS!
BalasHapusIsi materi menganai merdeka belajar cukup menginspirasi dan infografis yang disampaikan sudah cukup sesuai dengan konten pembelajaran khususnya di IPAS berkenaan dengan projectpenguatan profil pelajar pancasila yang diimplementasikan dalam model pembelajaran dinamika kelompok.
BalasHapusKreatif dan menginspiratif, mengemas 6 dimensi profil pelajar pancasila menjadi sebuah strategi pembelajaran, bravo !
BalasHapusStrategi yang digunakan dalam penerapan merdeka belajar sesuai dengan konsep P5. Hal ini sejalan dengan filosofi pendidikan bahwa pendidikan memberikan tuntunan untuk membawa dan menjadikan manusia seutuhnya melalui menumbuhkan kembangkan siswa sesuai dengan kodratnya. Strategi tersebut dapat diterapkan jika terjadinya kesesuaian antara kebutuhan dalam menciptakan atmosfer pembelajaran yang berpihak pada siswa dengan elemen atau substansi materi yang harus dicapai
BalasHapus